Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kapal Feri ASDP Jadi 219 Unit Usai Akuisisi Jembatan Nusantara

Kapal feri milik ASDP bertambah menjadi 219 unit usai akuisisi PT Jembatan Nusantara.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 23 Februari 2022  |  05:25 WIB
Kapal ferry saat memasuki pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (11/2/2020). Bisnis -  Paulus Tandi Bone
Kapal ferry saat memasuki pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (11/2/2020). Bisnis - Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah secara resmi mengakuisisi salah satu perusahaan feri swasta di Indonesia, yakni PT Jembatan Nusantara. Akuisisi ini menambah jumlah unit ke dalam armada ASDP sebanyak 219 unit kapal.

Akuisisi dilakukan melalui penandatanganan sales purchasement agreement (SPA) PT Jembatan Nusantara, antara PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT Mahkota Pratama, dan PT Indonesia VIP selaku pemilik saham PT Jembatan Nusantara, Jakarta, Selasa (22/2/2022).

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan akuisisi PT Jembatan Nusantara telah melalui proses yang panjang, diawali dengan kerja sama usaha selama dua tahun. Proses ini, tambahnya, termasuk due dilligence yang melibatkan lembaga dalam negeri, internasional, serta para stakeholder demi memastikan semua proses telah sesuai dengan prinsip good corporate governance.

"Melalui akuisisi ini, ASDP tidak hanya menjadi operator dengan armada terbanyak namun menjadi perusahaan terdepan dalam penerapan standarisasi keselamatan dan pelayanan prima kepada seluruh pengguna jasa," tutur Shelvy, dikutip dari siaran resmi, Selasa (22/2/2022).  

Di samping itu, Shelvy menyampaikan bahwa ASDP diharapkan dapat terus berkembang secara anorganik melalui akuisisi ini. Selain itu, ASDP diharapan dapat memimpin pasar serta memberikan kontribusi untuk melayani transportasi Indonesia dengan lebih baik.

Langkah ASDP mengakuisisi perusahaan feri swasta dinilai sebagai inisiatif strategis sebagai bagian dari rencana jangka panjang perusahaan 2020-2024. Rencana jangka panjang yang dimaksud yakni pengembangan jasa manajemen dan operator kapal feri yang akseleratif, khususnya dalam penambahan armada serta mendorong pertumbuhan perusahaan yang agresif dalam rangka menuju IPO.

ASDP berencana meningkatkan kapasitas produksi segmen penyeberangan dengan menambah jumlah armada sebanyak 19 unit kapal selama 2020-2024, untuk lintasan komersial reguler, eksekutif, LDF dan lintasan internasional.

Sebagai informasi, PT Jembatan Nusantara merupakan perusahaan kapal feri swasta yang memiliki jumlah kapal sebanyak 53 unit dan mengoperasikan enam lintasan Long Distance Ferry (LDF). Akuisisi oleh ASDP akan menambah portofolio kekuatan armada serta lintasan yang dioperasikan perusahaan pelat merah tersebut.

Berkat akuisisi ini, unit kapal yang dimiliki ASDP bertambah dari 166 unit kapal menjadi 219 unit kapal. Ini mengukuhkan posisi ASDP sebagai perusahaan ferry dengan jumlah armada terbesar di Indonesia, bahkan dunia.

Shelvy menambahkan bertambahnya portofolio komersial ini dapat menjadi langkah penting bagi ASDP yang sampai saat ini telah melayani sekitar 290 rute. Dari jumlah tersebut, 70 persen di antaranya adalah rute perintis yang berarti orientasi pelayarannya bukan untuk meraup keuntungan semata. Oleh karena itu, 30 persen rute sisanya merupakan rute komersial yang mampu menopang lintasan perintis berjalan dengan baik.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asdp kapal feri
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top