Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyaluran Bansos Kemensos, Risma Minta Perbankan Jemput Bola

Mensos Risma secara khusus meminta sektor perbankan untuk jemput bola dengan cara door to door mendatangi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 07 Februari 2022  |  12:46 WIB
Penyaluran Bansos Kemensos, Risma Minta Perbankan Jemput Bola
Mensos Tri Rismaharini (Risma) meninjau Dapur Umum yang didirikan Taruna Siaga Bencana (Tagana) di Kantor Desa Sumber Urip, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu 5 Desember 2021 / Dok. Kemensos

Bisnis.com, JAKARTA -  Menteri Sosial Tri Rismaharini meminta kepada semua pihak untuk memastikan bantuan sosial (bansos) tuntas tersalurkan pada pertengahan bulan ini. 

Mensos Risma secara khusus meminta sektor perbankan untuk jemput bola dengan cara door to door mendatangi Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Risma mengatakan dari pengamatan di berbagai daerah, ada keterbatasan petugas menjangkau kelompok lanjut usia dan penyandang disabilitas.

“Kalau saya amati di berbagai daerah, kebanyakan kurangnya akselerasi salur bansos terkait dengan bagaimana menjangkau kelompok lanjut usia dan penyandang disabilitas. Mereka ini karena kondisinya kan tidak mudah kalau harus datang ke kantor bank, misalnya,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (7/2/2021). 

Risma menuturkan hal itu ketika meninjau percepatan pencairan bantuan sosial di Jombang (06/02). Titik kunjungan Mensos adalah di Kantor Kecamatan Tembelang, Kantor Kecamatan Mojoagung, dan Kantor Kecamatan Ngoro. Hadir bersama Mensos, anggota Komisi VIII Hj. Sadarestuwati, dan Wakil Bupati Jombang Sumrambah.

Pencairan bansos yang dilakukan saat itu adalah Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Kartu Sembako Reguler, BPNT/Kartu Sembako PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Di Kabupaten Jombang, cukup banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang belum melakukan transaksi.

Menurut Mensos, di sejumlah daerah, bansos yang belum salur berkisar 15 persen hingga 20 persen. Dari 21 kecamatan di Kabupaten Jombang, total KPM BPNT/Kartu Sembako yang belum transaksi mencapai 13.105 Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), dan sebanyak 8.825 KPM belum menerima bantuan.

Di Kabupaten Jombang, terdapat 4 kecamatan di mana angka bansos yang belum cair di atas 1000 KPM, yakni Kecamatan Bareng, Kecamatan Mojowarno, Kecamatan Mojoagung, dan Kecamatan Ngoro. 

Untuk mengakselerasi pencairan bantuan, Risma meminta kepada berbagai pihak untuk meningkatkan koordinasi. Kepada bank penyalur, Risma meminta agar berinisiatif jemput bola.

“Kalau harus mengumpulkan lansia, penyandang disabilitas atau yang sakit, di satu tempat di kabupaten, ya berat. Makanya bank saya minta untuk bergerak  door to door  mendatangi KPM,” kata Mensos.

Untuk keperluan itu, Mensos meminta dukungan semua pihak termasuk pemda menggunakan berbagai fasilitas yang memungkinkan salur bansos mendekati lokasi tinggal KPM. Beberapa lokasi yang menurutnya bisa digunakan ialah kantor camat, kantor desa/lurah, atau fasilitas umum lain yang memungkinkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemensos Tri Rismaharini
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top