Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

India Bakal Luncurkan Mata Uang Digital 1 April 2022

Menteri Keuangan India Nirmala Sitharaman mengatakan Reserve Bank of India akan meluncurkan mata uang bank sentral digital atau central bank digital currency (CBDC) pada 1 April 2022.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 02 Februari 2022  |  12:59 WIB
India Bakal Luncurkan Mata Uang Digital 1 April 2022
Logo Reserve Bank of India di depan kantor pusat sentral di Mumbai, India. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Keputusan India mengadopsi tren mata uang kripto semakin dekat setelah memutuskan segera meluncurkan rupee digital meskipun sempat bertahun-tahun bimbang.

Dilansir Bloomberg pada Selasa (1/2/2022), Menteri Keuangan India Nirmala Sitharaman mengatakan Reserve Bank of India akan meluncurkan mata uang bank sentral digital atau central bank digital currency (CBDC) pada 1 April 2022.

Negara ini juga berencana untuk mengenakan pajak pendapatan dari transfer aset virtual sebesar 30 persen, katanya, yang secara efektif menghilangkan ketidakpastian tentang status hukum dari transaksi tersebut.

Menteri Keuangan mengatakan peluncuran rupee digital akan mengantarkan manajemen mata uang yang lebih murah dan lebih efisien. Reserve Bank of India telah mengerjakan strategi implementasi bertahap, yang dapat mengurangi ketergantungan negara yang tinggi pada uang tunai.

India akan menyusul negara lain seperti China dalam mendorong mata uang versi digital karena mereka ingin memanfaatkan teknologi baru untuk membuat transaksi lebih efisien.

Pada saat yang sama, tarif pajak yang tinggi pada kripto dapat meredam lonjakan perdagangan di India meskipun ada peringatan bank sentral tentang risiko pencucian uang, pendanaan teroris, dan volatilitas harga.

"Memaksakan tarif pajak membuat perdagangan kripto resmi dan segala kekhawatiran tentang larangan tidak diperhitungkan lagi," ujar salah satu pendiri dan Kepala Eksekutif Vauld, platform perdagangan kripto yang berbasis di Singapura, Darshan Bathija.

Namun, tarif pajak yang relatif tinggi dapat mendorong pedagang untuk pindah ke platform di negara lain, yang akan mengurangi pendapatan bagi pemerintah India, tambahnya.

Bitcoin naik lebih dari 2 persen dari level terendah hari ini setelah pengumuman soal pajak. Sejauh ini, India belum memiliki undang-undang yang mengatur perdaagangan koin virtual meskipun regulator telah mengajukan larangan pada tahun lalu.

Namun, larangan itu tidak menghentikan jutaan orang India untuk mengikuti permintaan global terhadap aset digital. Pasar kripto lokal melonjak 641 persen pada tahun ini hingga Juni 2021, menurut laporan Oktober dari Chainalysis, sebuah perusahaan riset industri.

"Ada kenaikan fenomenal pada transaksi virtual dalam aset digital. Besarnya dan tingginya frekuensi transaksi ini telah membuatnya penting untuk menyediakan rezim pajak tertentu," kata Sitharaman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india mata uang digital CBDC
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top