Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Faisal Basri Sebut Program Biodiesel Tidak Berikan Penghematan Subsidi

Program mandatori biodiesel 30 persen atau B30 dinilai tidak memberikan dampak penghematan subsidi bagi negara, karena tingkat keekonomian bahan bakar hijau itu masih tinggi.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 31 Januari 2022  |  15:01 WIB
Pakar Ekonomi Faisal Basri memberikan paparan dalam diskusi bertajuk Roadmap Pengembangan Kendaraan Listrik di Indonesia, di kantor pusat PLN, Jakarta, Selasa (10/7/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Pakar Ekonomi Faisal Basri memberikan paparan dalam diskusi bertajuk Roadmap Pengembangan Kendaraan Listrik di Indonesia, di kantor pusat PLN, Jakarta, Selasa (10/7/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Program mandatori biodiesel 30 persen atau B30 dinilai tidak memberikan dampak penghematan subsidi bagi negara, karena tingkat keekonomian bahan bakar hijau itu masih tinggi.

Program itu bahkan disebut hanya akan mengalihkan subsidi yang sebelumnya digunakan untuk bahan bakar minyak solar ke biodiesel.

Ekonom Senior Faisal Basri mengatakan bahwa berdasarkan studi yang dilakukan, penggunaan biodiesel tidak berdampak terhadap penghematan APBN karena turunnya subsidi solar.

Pasalnya, B30 dijual pada kisaran harga yang sama dengan BBM solar, yakni Rp5.500 per liter, sedangkan harga keekonomiannya jauh lebih tinggi dari harga tersebut.

Dia menjelaskan, penghematan yang ditimbulkan oleh program mandatori B30 tidak terbukti dan hanya akan mengalihkan pemberian subsidi yang sebelumnya diperuntukan untuk solar.

“Harga ongkos keekonomiannya itu lebih tinggi, oleh karena itu kalau dulu kita menyubsidi [energi] fosil, sekarang menyubsidi biodiesel, mensubsidi pengusaha biodiesel. Jadi pindah subsidinya,” ujarnya dalam diskusi Kekuatan Oligarki dan Orang Kuat dalam Bisnis Biodiesel, Senin (31/1/2022).

Dalam kesempatan itu, dia juga membantah bahwa program mandatori B30 telah memperbaiki neraca perdagangan Indonesia dengan berkurangnya impor solar.

Kendati negara mengurangi impor solar, porsi ekspor kelapa sawit turut berkurang untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri karena program biodiesel itu.

“Jadi neraca perdagangannya membaik? Salah, karena apa? gara-gara kita mengurangi impor solar dan digantikan biodiesel, maka ekspor sawit kita juga turun. Kan sawit bisa diekspor dan digunakan untuk biodiesel,” jelasnya.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengklaim bahwa telah terjadi penghematan dari program mandatori B30 sepanjang 2021.

Dengan disalurkannya B30 sebanyak 32,7 di sepanjang tahun lalu, maka potensi penghematan yang ditimbulkan adalah sebesar US$4,45 miliar.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

subsidi faisal basri Biodiesel
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top