Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hunian Tetap untuk Warga Terdampak Bencana di NTB dan NTT Rampung Maret 2022

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) secara bertahap terus menyelesaikan pembangunan hunian tetap untuk mempercepat penanganan permukiman terdampak bencana Badai Siklon Tropis Seroja dan banjir bandang di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) pada April 2021 lalu.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 28 Januari 2022  |  15:43 WIB
Sebuah bangunan rusak setelah diterjang badai Siklon Tropis Seroja di Kabupaten Sabu Raijua, NTT, pada Minggu (4/4/2021) dini hari. - Antara
Sebuah bangunan rusak setelah diterjang badai Siklon Tropis Seroja di Kabupaten Sabu Raijua, NTT, pada Minggu (4/4/2021) dini hari. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) secara bertahap terus menyelesaikan pembangunan hunian tetap untuk mempercepat penanganan permukiman terdampak bencana Badai Siklon Tropis Seroja dan banjir bandang di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) pada April 2021 lalu.

Program relokasi permukiman dilaksanakan sebanyak 2.214 unit rumah yang tersebar di 20 lokasi di kedua provinsi tersebut.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa rehabilitasi dan rekonstruksi pada wilayah terdampak bencana di NTT dan NTB bukan hanya memperbaiki rumah yang rusak, tetapi juga upaya untuk membangun kembali permukiman baru yang tangguh terhadap bencana.

“Pendekatannya adalah build back better, tidak sekadar membangun dengan kerentanan yang sama terhadap bencana, tetapi membangun lebih baik dan lebih aman dari sebelumnya,” katanya melalui keterangan resmi, Jumat (28/1/2022).

Pembangunan hunian tetap untuk NTT sendiri meliputi 700 unit di Kabupaten Lembata, Flores Timur (Adonara) 300 unit, Alor 386 unit, Sumba Timur 194 unit, Kota Kupang 173 unit, dan Kabupaten Kupang 169 unit. Sementara itu, untuk NTB tersebar di Kabupaten Dompu 107 unit, dan Bima 185 unit.

Penyelesaian pembangunan hunian tetap pascabencana di NTT sebagaimana persetujuan Menteri PUPR, dilaksanakan dengan skema kontrak tahun jamak 2021–2022.

Kepala Satuan Tugas Pelaksana Penanggulangan Bencana Kementerian PUPR di NTT dan NTB Widiarto mengatakan, hingga pertengahan Januari 2022 Kementerian PUPR telah menyelesaikan hunian tetap di 2 lokasi sebanyak 223 unit , yakni Desa Oyangbarang, Kabupaten Flores Timur 50 unit; dan Desa Waisesa, Kabupaten Lembata 173 unit.

“Diharapkan sampai Februari 2022 dapat diselesaikan lagi 12 lokasi, sedangkan sisanya 6 lokasi, yakni 5 lokasi di Kabupaten Alor dan 1 lokasi di Sumba Timur masih terkendala akses dan kondisi lokasi yang sangat sulit, terutama ketika turun hujan. Diharapkan seluruhnya selesai pada Maret 2022,” ujarnya.

Dukungan hunian tersebut diberikan kepada masing-masing penerima bantuan berupa rumah tipe 36 dengan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha).

Di kawasan pembangunan hunian tetap juga dilengkapi prasarana pendukung, seperti sarana air bersih dan sanitasi (komunal), fasilitas umum dan fasilitas sosial, jalan lingkungan dan drainase, sambungan listrik rumah dan Penerangan Jalan Umum (PJU), serta tempat sampah.

Selain dukungan prasarana di kawasan relokasi permukiman, Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR juga mendapat penugasan untuk merehabilitasi fasilitas umum dan bangunan perkantoran terdampak Badai Siklon Tropis Seroja.

Penanganan dikerjakan di 348 lokasi yang tersebar di NTT 339 lokasi, dan NTB 9 lokasi. Kegiatan tersebut meliputi rehabilitasi jaringan air minum, dan perbaikan atap/plafon gedung pemerintah daerah.

Selanjutnya, rehabilitasi prasarana pendidikan, seperti Universitas Cendana, Politeknik Negeri Kupang, dan Politeknik Pertanian Negeri Kupang; perbaikan sarana ibadah seperti gereja dan masjid/mushola; bangunan milik TNI seperti kantor Kodim, Koramil, dan asrama prajurit; bangunan milik Polri seperti Mako Brimob NTT, kantor, Klinik Teratai, dan barak prajurit.

“Kegiatan yang masih dalam penyelesaian untuk prasarana infrastruktur permukiman, seperti jaringan air minum, sanitasi, jalan lingkungan di 18 lokasi diharapkan dapat selesai pada Februari 2022 atau selambatnya Maret 2022,” kata Widiarto.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ntt relokasi bencana alam ntb Kementerian PUPR
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top