Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Proyek Hilirisasi Batu Bara di Sumsel, Jokowi: 30 Bulan Harus Rampung!

Jokowi menyampaikan apabila proyek hilirisasi batu bara menjadi DME di Sumsel sudah berproduksi, maka bisa mengurangi subsidi APBN untuk LPG hingga Rp7 triliun.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 24 Januari 2022  |  11:01 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (8/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (8/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter di Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan, Senin (24/1/2022).

"Alhamdullilah, hari ini bisa dimulai groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menjadi DME [dimetil eter]. Impor kita LPG itu gede banget, mungkin Rp80-an triliun dari kebutuhan Rp100-an triliun itu pun juga harus disubsidi hingga sampai masyarakat," kata Jokowi dikutip dari YouTube Setpres, Senin (24/1/2022).

Menurutnya, subsidi yang diberikan tersebut mencapai Rp60 triliun - Rp80 triliun padahal Indonesia memiliki bahan bakunya yaitu batu bara yang diubah menjadi DME.

"Saya tadi sudah lihat api dari LPG maupun DME untuk memasak itu sama aja, " imbuhnya.

Jokowi menyampaikan apabila proyek hilirisasi batu bara menjadi DME di Bukit Asam yang bekerja sama dengan PT Pertamina dan Air Products di Sumatra Selatan sudah berproduksi, maka bisa mengurangi subsidi APBN hingga Rp7 triliun.

Sementara itu, jika semua LPG disetop dan digantikan dengan DME, maka bisa mengurangi subsidi dari APBN hingga Rp70 triliun.

Jokowi mengatakan bahwa perintah untuk memulai hilirisasi batu bara sebenarnya telah disampaikan sejak 6 tahun lalu. Namun, program itu baru terealisasi pada tahun ini. Menurutnya, Indonesia sudah berpuluh-puluh tahun nyaman dengan kondisi bergantung dengan impor LPG.

"Pada nyaman dengan impor, memang duduk di zona nyaman itu paling enak. Rutinitas impor terus, ngga berpikir bahwa Indonesia dirugikan, rakyat dirugikan karena tidak terbuka lapangan pekerjaan," ujarnya.

Dengan adanya hilirisasi batu bara ini, kata Jokowi, akan membuka lapangan pekerjaan hingga 12.000 di proyek tersebut.

"Kalau ada lima investasi seperti ini bisa 70.000 lapangan pekerjaan, ini langsung. Yang tidak langsung bisa 2-3 kali lipat, " imbuhnya.

Kemudian, Jokowi meminta proyek dapat diselesaikan dalam 30 bulan sesuai kesepakatan dan akhirnya bisa dimulai lagi di daerah lain.

"30 bulan [harus selesai], jangan ada mundur-mundur lagi," ujar Jokowi.

Pasalnya, produksi DME di proyek di Muara Enim hanya bisa menyuplai masyarakat di kawasan Sumatra Selatan dan sekitarnya yakni sekitar 6 juta KK.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi batu bara sumsel bukit asam
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top