Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

16 Hari Tax Amnesty Jilid II, 4.551 Wajib Pajak 'Khilaf' Sudah Melapor

Berdasarkan informasi di situs Ditjen Pajak setelah 16 hari PPS berlaku atau hingga Minggu (15/1/2022), telah terdapat 4.551 peserta PPS. Dari mereka, diperoleh 4.899 surat keterangan.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 17 Januari 2022  |  10:49 WIB
Wajib pajak berjalan menuju bilik tax amnesty di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Rabu (29/3). - Antara/Akbar Nugroho Gumay
Wajib pajak berjalan menuju bilik tax amnesty di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Rabu (29/3). - Antara/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA — Direktorat Jenderal Pajak atau Ditjen Pajak Kementerian Keuangan mencatat bahwa terdapat 4.551 wajib pajak yang mengikuti program pengungkapan sukarela atau PPS dalam 16 hari penyelenggaraannya.

Berdasarkan informasi di situs Ditjen Pajak setelah 16 hari PPS berlaku atau hingga Minggu (15/1/2022), telah terdapat 4.551 peserta PPS. Dari mereka, diperoleh 4.899 surat keterangan.

Nilai harta bersih yang dilaporkan peserta PPS itu mencapai Rp2,76 triliun. Artinya, rata-rata harta yang dilaporkan setiap peserta itu berkisar Rp607 juta, tetapi nilai harta tersebut tentu akan berbeda-beda dari setiap wajib pajak.

Dari jumlah tersebut, 77,4 persen atau Rp2,14 triliun merupakan aset deklarasi dalam negeri. Sisanya atau 22,6 persen aset dari peserta PPS merupakan deklarasi luar negeri.

"Deklarasi luar negeri Rp443,03 miliar," dikutip Bisnis dari situs resmi Ditjen Pajak pada Senin (17/1/2022) pagi.

Pemerintah memperoleh pajak penghasilan (PPh) Rp318,6 miliar dalam 16 hari pelaksanaan PPS—yang sering disebut 'tax amnesty jilid II'. Perolehan pajak itu mencakup sekitar 11,5 persen dari total nilai harta bersih seluruh peserta.

Adapun, total dana yang diinvestasikan peserta PPS di instrumen surat berharga negara (SBN) tercatat baru senilai Rp183 miliar atau berkisar 6,6 persen dari total nilai harta bersih.

Peserta PPS memiliki pilihan untuk menempatkan investasinya di SBN atau secara langsung ke perusahaan yang bergerak di bidang hilirisasi sumber daya alam atau energi baru dan terbarukan (EBT).

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

djp Tax Amnesty program pengungkapan sukarela
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top