Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Properti Lewat Broker Naik 20 Persen di Tahun Lalu

Penjualan properti yang dilakukan broker tercatat naik 10–20 persen pada tahun lalu. Insentif Pajak Pertambahan Nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) menjadi pemicu tumbuhnya penjualan properti di semester II/2021.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 13 Januari 2022  |  15:04 WIB
Ilustrasi kompleks perumahan. - Bisnis.com
Ilustrasi kompleks perumahan. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Penjualan properti yang dilakukan broker tercatat naik 10–20 persen pada tahun lalu. Insentif Pajak Pertambahan Nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) menjadi pemicu tumbuhnya penjualan properti di semester II/2021.

Lukas Bong, Ketua Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi), mengatakan bahwa penjualan properti pada semester II/2021 naik signifikan. Hal itu disebabkan oleh insentif PPN DTP untuk pasar primary yang sangat berdampak pada penjualan.

“Penjualan sampai dengan Desember 2021 itu free PPN, tapi memang di awal tahun ini diperpajang lagi, tapi tidak 100 persen, free-nya hanya 50 persen. Akan tetapi, itu masih sangat menarik untuk mendongkrak penjualan properti, terutama primary product dari developer,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (13/1/2022).

Dia menuturkan, stimulus yang diberikan pemerintah berhasil mendorong sektor properti untuk bangkit di 2021. Bahkan, pertumbuhan penjualan properti diproyeksikan akan terus berlanjut hingga akhir tahun ini.

“Punya kecenderungan meningkat juga, dan kami berharap semua stabil ya. Penjualan di 2021 diperkirakan kenaikan 10–20 persen dari 2020,” ucapnya.

Lukas menjelaskan, rumah tapak masih sangat diminati tahun ini, khususnya untuk pembeli rumah pertama. Adapun, harga hunian yang diminati berada di bawah Rp1 miliar.

Dia menjelaskan, hunian yang dekat dengan sarana infrastruktur sangat diminati. Selain itu, hunian di luar Jakarta juga diminati karena memiliki lingkungan yang bagus, tertata, fasilitas lengkap, dan harga lebih terjangkau.

“Nah itu trennya ke sana, tetap untuk tinggal di luar Jakarta. Kalau untuk first time buyer, kalau mereka sudah ada peningkatan pendapatan, maka cenderung mendekat ke pusat kota. Dia akan beli yang lebih besar lagi,” tuturnya.

Secara keseluruhan, dia pun melihat kondisi saat ini masih lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, pihaknya optimistis prospek properti di tahun ini akan lebih baik.

Para pengembang properti, lanjutnya, lebih siap menghadapi kondisi di 2022. Terlebih, pemerintah memperpanjang insentif PPN DTP, sehingga pengembang sudah siap meluncurkan produk yang kebanyakan memang landed house dibandingkan dengan apartemen.

“Kalau kita bicara sekarang yang bisa sukses itu memang landed house hampir 100 persen. Kalau kita bicara high rise belum ada sepanjang pandemi tahun lalu. Mungkin sudah ada beberapa developer yang main di high rise, tetapi enggak banyak,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penjualan properti broker properti
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top