Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Oxford Economics Ramal Pertumbuhan Ekonomi RI 6 Persen pada 2022

Oxford Economics Lead Asia Economist Sian Fenner meramal pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen pada 2022. Apa alasannya?
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 11 Januari 2022  |  20:19 WIB
Oxford Economics Ramal Pertumbuhan Ekonomi RI 6 Persen pada 2022
Suasana gedung bertingkat dan perumahan padat penduduk di Jakarta, Rabu (31/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Oxford Economics memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 dapat mencapai 6 persen atau lebih tinggi dari proyeksi pemerintah. Namun, angka itu masih lebih rendah dari proyeksi pertumbuhan ekonomi Malaysia dan Filipina.

Oxford Economics Lead Asia Economist Sian Fenner menilai bahwa terdapat prospek positif dari perekonomian kawasan Asia Tenggara pada 2022. Adanya pelonggaran pembatasan sosial dan percepatan vaksinasi Covid-19 mendorong pemulihan ekonomi berbagai negara.

Lembaga itu memperkirakan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia dapat mencapai 6 persen pada tahun ini. Proyeksi itu lebih tinggi dari taksiran pemerintah di angka 5 persen—5,5 persen.

"Oxford Economics memperkirakan pertumbuhan PDB Indonesia sebesar 6 persen. Angka ini berada di bawah Malaysia dengan 6,7 persen dan Filipina dengan 6,8 persen," tulis Fenner dalam keterangan resmi, dikutip pada Selasa (11/1/2022).

Fenner memperkirakan bahwa sektor rumah tangga akan berkontribusi mendorong pertumbuhan di atas tren. Konsumsi privat dan publik akan mendorong pertumbuhan di sektor tersebut.

Selain itu, Oxford Economics pun memperkirakan bahwa investasi di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, akan pulih lebih cepat dengan meningkatnya investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI). Hal tersebut didukung oleh upaya aktif pemerintah, khususnya dalam mengundang investasi.

Oxford Economics menilai bahwa tingkat toleransi dan vaksinasi Covid-19 akan memainkan peran kunci dalam menentukan pemulihan ekonomi. Dengan tingkat vaksinasi yang tinggi, Asia Tenggara telah menunjukkan ketahanan terhadap pandemi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi pertumbuhan ekonomi indonesia Covid-19
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top