Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Boeing 737 Max 8 Bersiap Mengudara, Kemenhub Evaluasi Menyeluruh

Khusus untuk Indonesia, hanya ada dua operator penerbangan saja yang mengoperasikan Boeing 737 Max 8 yaitu Garuda Indonesia dan Lion Air.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 06 Januari 2022  |  09:17 WIB
Petugas Inspektur Kelaikudaraan DKPPU Kementerian Perhubungan dan teknisi Lion Air melakukan pemeriksaan seluruh mesin dan kalibrasi dengan menggunakan alat simulasi kecepatan dan ketinggian pesawat pada pesawat Boeing 737 Max 8 milik Lion Air di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/3/2019). - ANTARA/Muhammad Iqbal
Petugas Inspektur Kelaikudaraan DKPPU Kementerian Perhubungan dan teknisi Lion Air melakukan pemeriksaan seluruh mesin dan kalibrasi dengan menggunakan alat simulasi kecepatan dan ketinggian pesawat pada pesawat Boeing 737 Max 8 milik Lion Air di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/3/2019). - ANTARA/Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan telah melakukan evaluasi menyeluruh agar Lion Air dapat segera mengoperasikan Boeing 737 Max 8.

Kepala Subdit Sertifikasi Pesawat Udara Agustinus Budi Hartono mengatakan telah melakukan evaluasi dari segi rancangan seperti flaps, sisi operasi, serta sistem MCAS.

"Dalam evaluasi tersebut, Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara telah bekerjasama dengan Federal Aviation Administrasion [FAA] dan Boeing demi evaluasi keselamatan yang maksimal," ujarnya, Kamis (6/1/2021).

Khusus untuk Indonesia, hanya ada dua operator penerbangan saja yang mengoperasikan Boeing 737 Max 8 yaitu Garuda Indonesia dan Lion Air.

Garuda Indonesia telah menyampaikan tidak akan mengoperasikan seluruh armada Boeing 737 Max 8 miliknya. Sementara Lion Air akan menerbangkan 9 pesawat Boeing 737 Max 8 miliknya dengan dilakukan bertahap 2 pesawat terlebih dahulu pada awal 2022.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi Soerjanto Tjahjono yang menangani secara langsung kasus Boeing 737 Max beberapa tahun lalu menyampaikan MCAS pada dasarnya sangat penting dalam membantu kinerja seorang pilot ketika pesawat mengalami stall.

Evaluasi yang dilakukan oleh DKPPU terhadap 737 Max memang sangat dibutuhkan dalam meningkatkan validasi keselamatan penerbangan 737 Max yang beroperasi di Indonesia.

Selain itu, DKPPU telah mendelegasikan pilot pengujinya Captain Meddy Yogastoro sebagai penguji sertifikasi Boeing 737 Max 8. Pilot Captain Meddy Yogastoro telah melakukan uji 43 item pada sistem 737 Max 8 agar sesuai standar regulasi keselamatan penerbangan Indonesia.

Peneliti Tommy Tamtomo menanggapi bahwa Indonesia harus memiliki sebuah memiliki lezmbaga yang meriset sebuah sistem perangkat lunak dan juga adanya kemampuan software engineer pesawat bagi para teknisi pesawat.

Regulator harus menyatukan antara sub sistem operator dan manufaktur agar terjadi keseimbangan dalam sub sistem, demi tercapainya keselamatan penerbangan di Indonesia.

Ketua Pusat Studi Air Power Indonesia Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim juga menggarisbawahi kembali soal pentingnya meningkatkan aspek keselamatan dalam setiap komponen di dunia penerbangan.

Menurutnya, pilot sebagai pembawa kendali sebuah pesawat harus tetap mempertahankan manual penerbangan agar ketika saat sistem otomatis pada pesawat terjadi kegagalan dapat ditangani dengan baik.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Garuda Indonesia Kemenhub lion air boeing 737
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top