Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kementerian PUPR Bangun 7.075 Unit Rusun di 2021

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berhasil menyelesaikan 196 tower rumah susun yang terdiri atas 7.075 unit sepanjang 2021.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 04 Januari 2022  |  21:57 WIB
Salah satu contoh Rusun yang dibangun oleh Kementerian PUPR. - setkab/Kementerian PUPR.
Salah satu contoh Rusun yang dibangun oleh Kementerian PUPR. - setkab/Kementerian PUPR.

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berhasil menyelesaikan 196 tower rumah susun yang terdiri atas 7.075 unit sepanjang 2021.

Pembangunan rusun tersebut terdiri atas pembangunan multi years contract (MYC) 2020–2021 sebanyak 109 tower yang mencakup 4.575 unit, dan pembangunan single year contract (SYC) 2021 sebanyak 87 tower terdiri atas 2.500 unit rusun.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan rusun ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), mahasiswa, santri di pondok pesantren, juga untuk TNI/Polri dan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Ini merupakan bukti nyata bahwa pemerintah hadir dalam penyediaan hunian yang layak. Kami harapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat, dan nyaman," ujarnya dalam siaran pers, Selasa (4/1/2022).

Salah satu proyek prioritas yang selesai dibangun secara SYC pada 2021 adalah RSBT Politeknik Pekerjaan Umum Semarang dengan Tipe Khusus setinggi 8 lantai sebanyak 2 tower yang terdiri atas 150 unit hunian.

“Diharapkan pembangunan rumah susun ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa sebagai sarana hunian selama mendapat pembelajaran," ucapnya.

Adapun rusun MYC 2020–2021 yang telah diselesaikan adalah Rusun Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.

Rusun tersebut dibangun setinggi 3 lantai bertipe 24, yang terdiri atas 43 unit dengan kapasitas 240 orang mahasiswa. Anggaran pembangunan rusun mencapai Rp14,5 miliar, karena setiap unitnya dilengkapi berbagai furniture, seperti tempat tidur, lemari pakaian, dan meja belajar.

Sementara itu, Ditjen Perumahan Kementerian PUPR bekerja sama dengan Kementerian Sosial juga membangun Rusun Tunawisma Kementerian Sosial di Bekasi untuk MBR melalui skema SYC 2021.

Rusun tersebut berlokasi di Kompleks Balai Karya Pangudi di Bulak Kapal, Bekasi Timur, seluas 3.880 meter persegi. Rusun yang dibangun setinggi 5 lantai itu terdiri dari 108 unit bertipe 24 yang dapat menampung hingga 428 orang.

Selain menyelesaikan pembangunan MYC 2020–2021 dan SYC 2021, Kementerian PUPR melalui Ditjen Perumahan juga melaksanakan pembangunan 56 tower rumah susun secara MYC 2021–2022 yang terdiri atas 2.994 unit hunian.

“Pembangunan tersebut masih dalam proses dan akan diselesaikan pada 2022,” ucapnya.

Beberapa program prioritas dilaksanakan melalui mekanisme MYC itu, meliputi 1 tower RSBT Mahkamah Agung setinggi 12 lantai yang terdiri atas 69 unit hunian, serta 10 tower rumah susun di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang setinggi 5 lantai dengan tipe Barak yang diperuntukkan bagi pekerja.

Pembangunan rumah susun merupakan bagian dari Program Sejuta Rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo sejak 2015. Program Sejuta Rumah diharapkan dapat menggerakkan perekonomian nasional di tengah Pandemi Covid-19 yang belum usai.

“Sektor perumahan dipercaya mampu menjadi leading sector, karena mampu menjadi multiplier effect yang menggerakkan lebih dari 140 industri terkait. Di samping itu, sektor perumahan juga mampu menyerap banyak tenaga kerja,” tuturnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rusun rumah susun Kementerian PUPR
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top