Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Top 5 News Bisnisindonesia.id: Titik Terang Ekspor Batu Bara hingga Tantangan Pemulihan Manufaktur 2022

Pemerintah dan pelaku usaha batu bara terus membahas solusi yang menguntungkan semua pihak di tengah penutupan keran ekspor emas hitam. Topik itu menjadi salah satu pilihan editor Bisnisindonesia.id hari ini.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 04 Januari 2022  |  12:43 WIB
Warga memancing ikan di sekitar kapal tongkang pengangkut batu bara di perairan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (30/10/2018). - Antara/Aji Styawan
Warga memancing ikan di sekitar kapal tongkang pengangkut batu bara di perairan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (30/10/2018). - Antara/Aji Styawan

Bisnis.com, JAKARTA – Sehari setelah kebijakan larangan ekspor batu bara terbit, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bertemu pelaku usaha. Pertemuan itu dikabarkan melahirkan solusi tentang pasokan batu bara kepada PLN sehingga ekspor bahan bakar pembangkit listrik itu bisa dibuka lebih cepat dari rencana awal.

Kabar tentang perkembangan larangan ekspor batu bara menjadi salah satu berita pilihan editor Bisnisindonesia.id. Beragam kabar ekonomi dan bisnis lainnya yang dikemas secara mendalam dan analitik juga tersaji di meja redaksi Bisnisindonesia.id.

Berikut ini intisari setiap berita pilihan:

  1. Perpanjangan Insentif PPN Properti, REI Segera Berkirim Surat

Pemerintah memperpanjang insentif PPN DTP properti hingga Juni 2022 dengan besaran dikurangi 50%. REI mengapresiasi kebijakan itu, tetapi di sisi lain menyiapkan surat agar realisasi rumah yang mendapat insentif itu diundur sesuai dengan kontrak penyelesaian rumah

Ketua Umum DPP Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida menyatakan organisasi yang dipimpinnya mengapresiasi perpanjangan stimulus pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP). Namun, waktu 6 bulan kurang efektif karena pengembang memerlukan waktu minimal 8 bulan untuk sekadar membangun rumah tapak.

Padahal, supaya terjadi efek berganda untuk perekonomian nasional, dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sektor perumahan yang menurut kabar sebesar Rp3,3 triliun atau untuk 40.000 unit rumah, harus terserap optimal.

  1. Akankah Larangan Ekspor Batu Bara Segera Dicabut?

Kebijakan larangan ekspor batu bara yang rencananya berlangsung sebulan penuh selama Januari 2021 mungkin saja berakhir lebih cepat.

Keputusan yang ditujukan untuk memberi kepastian terhadap pasokan bahan bakar kepada 20 unit pembangkit listrik milik PT PLN dan produsen listrik swasta itu disebut-sebut kini sudah memperoleh solusi.

Ekspor batu bara akan kembali bergulir seiring titik terang terhadap pasokan batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PT PLN (Persero) dan penyedia listrik swasta atau independent power producer (IPP).

  1. Meraup Berkah Pasar Modal dari Efek Januari

Sejalan dengan efek Januari, pelaku pasar modal bisa meraup berkah setelah perdagangan libur pada pengujung tahun.

Berdasarkan data Bloomberg yang dikutip Bisnis.com, indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan perdana pada 2022 menguat 1,27 persen menjadi 6.665,30 pada akhir perdagangan Senin (3/1/2022). Pada perdagangan hari ini, indeks komposit bergerak pada rentang 6.586,13—6.677,19.

Adapun, berdasarkan data yang dikumpulkan Bisnis, kinerja IHSG bulanan pada akhir Januari sebagian besar tumbuh. Hal itu terjadi pada Januari 2012 hingga Januari 2019.

Dalam memanfaatkan momen awal tahun, analis Panin Sekuritas mengatakan hanya ada dua sektor yang masuk dalam radarnya. Kedua sektor itu memiliki keterkaitan yang erat, yakni pertambangan dan manufaktur.

Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato dalam pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia perdana tahun ini pada Senin (3/1/2022)./IDX

  1. 2022, Investasi Data Center Bakal Makin Banter

Aktivitas investasi dan bisnis pangkalan data diyakini sanggup bertumbuh dua digit pada 2022, ditopang oleh kehadiran segmen baru dalam pangsa pasar data center di Indonesia.

Sekjen Asosiasi Penyelenggara Data Center Indonesia (IDPRO) Teddy Sukardi mengatakan penyewa baru dari segmen layanan publik dan penyiaran akan mulai ramai menggunakan layanan pangkalan data pada tahun ini.

Sementara itu, perusahaan dagang-el dan perbankan, yang selama ini telah menggunakan layanan pangkalan data, akan menambah kapasitas dan berkembang.

  1. Pemulihan Manufaktur, Akankah Berlanjut pada Tahun Macan Air?

Kendati indeks manufaktur Indonesia hingga pengujung 2021 sukses bertahan di level ekspansi, kinerja industri pada 2022 diproyeksi makin menantang.

Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia mencapai level 53,5 pada Desember 2021, turun dari bulan sebelumnya di posisi 53,9 meski tetap berada di level ekspansif atau di atas ambang 50.

Akan tetapi, upaya mempertahankan prestasi tersebut dinilai jauh lebih menantang. Ekonom menilai pemerintah perlu melakukan upaya ekstra dalam sejumlah aspek jika ingin perbaikan selama 2021 bertahan.

Sementara itu, Asosiasi Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) menyatakan industri akan mencapai pemulihan maksimal pada 2022 jika tak ada kendala pada ekspor.

 Selamat membaca!


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti data center ekspor batu bara January Effect pmi manufaktur
Editor : Sri Mas Sari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top