Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nataru, AP II Optimistis Ada Peningkatan Pendapatan

Sejak pertama kali pandemi Covid-19 sampai 18–19 bulan berlangsungnya pandemi Covid-19, pendapatan operasi PT Angkasa Pura II selalu negatif. 
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 03 Januari 2022  |  18:03 WIB
Aktivitas masyarakat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) terlihat sepi semenjak pandemi melanda daerah Provinsi Sumatra Barat, Jumat (19/3/2021).  - Bisnis/Noli Hendra
Aktivitas masyarakat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) terlihat sepi semenjak pandemi melanda daerah Provinsi Sumatra Barat, Jumat (19/3/2021). - Bisnis/Noli Hendra

Bisnis.com, JAKARTA — PT Angkasa Pura II (persero) atau AP II optimistis selama periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 dapat meningkatkan pendapatan perseroan.

Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan pada akhirnya bisa mencapai laba operasional setelah pendapatan tergerus selama pandemi Covid-19.

Awaluddin membeberkan sejak pertama kali pandemi Covid-19 sampai 18–19 bulan berlangsungnya pandemi, pendapatan operasi selalu negatif. 

"Sekarang operating profit kami sejak November sudah positif, EBITDA juga positif, walau pendapatan bersih masih struggling,” ujarnya, Senin (3/1/2022).

Sampai akhir Desember 2021, pergerakan penumpang di 20 bandara AP I sudah mencapai 68-70 persen dari total jumlah penumpang pada akhir 2019.

Faktor penggerak pemulihan masih berasal dari kekuatan lalu-lintas domestik. Pangsa pasar domestik saat ini menguasai 78 persen pergerakan penumpang di seluruh bandara AP II.

“Dibandingkan dengan rute internasional, porsinya hanya 22 persen kendati pengeluaran penumpang internasional lebih besar atau sebanyak tiga kali lipat," imbuhnya.

Menurutnya pendapatan dari sisi penumpang mulai membaik seiring dengan kepercayaan masyarakat dalam menggunakan transportasi umum juga mulai pulih. Terutama pasca banyaknya masyarakat yang sudah disuntik vasin dosis kedua. Tak hanya itu, pemerintah tidak melarang pergerakan selama nataru.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis adanya data pergerakan penumpang di semua moda transportasi per November 2021.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan data pergerakan penumpang tersebut sejalan dengan adanya perbaikan mobilitas pada akhir tahun 2021. Pergerakan penumpang penerbangan domestik pada November 2021 adalah sebanyak 3,5 juta orang atau naik 19,81 persen dibandingkan dengan pada Oktober 2021. 

Sementara itu secara tahunan pergerakan penumpang naik sebesar 17,83 persen. Senada pertumbuhan penumpang pesawar juga terjadi untuk penerbangan internasional sebesar 42,26 persen atau menjadi 74.400 orang dibandingkan dengan pada Oktober 2021. Bahkan secara tahunan terjadinpenaikan sebesar 66,4 persen.

"Hal serupa juga terjadi untuk penumpang kereta api menjadi 15,3 juta penumpang atau naik 15,6 persen secara dibandingkan dengan pada Oktober 2021dan tumbuh 11,6 persen secara tahunan," ujarnya, Senin (3/1/2022).

Pergerakan yang sama juga terjadi untuk sektor angkutan laut  yakni sebesar 1,31 juta penumpang atau tumbh 5,43 persen dibandingkan dengan pada Oktober 2021. Dan penaikan sebesar 9,64 persen secara tahunan.

"Kesimpulannya semua pergerakan moda transportasi terjadi perbaikan sejalan dengan membaiknya penanganan keshetan sehingga mobilitas penduduk semakin banyak pada November 2021," imbuhnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara angkasa pura ii
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top