Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cek Syarat Naik Pesawat saat Libur Tahun Baru 2022

Kemenhub mengatur syarat naik pesawat saat libur Tahun Baru 2022.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 31 Desember 2021  |  14:29 WIB
Sejumlah pesawat terpakir di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (24/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Sejumlah pesawat terpakir di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (24/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan telah mengatur syarat perjalanan orang yang menggunakan transportasi udara saat libur Tahun Baru 2022 melalui Surat Edaran No. 111/2021.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto mengatakan Surat Edaran ini berlaku sejak 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022.

"Untuk persyaratan perjalanan menggunakan transportasi udara, vaksinasi dosis lengkap dan negatif Rapid Test Antigen [maksimal 1x24 jam] wajib ditunjukkan. Bagi masyarakat yang belum mendapatkan vaksin dosis lengkap atau karena alasan medis, maka mobilitasnya dibatasi untuk sementara," ujar Novie dalam siaran pers, Jumat (17/12/2021).

Sementara bagi masyarakat yang belum vaksin dan akan bepergian dengan menggunakan transportasi udara untuk keperluan berobat/medis, tambah Novie, maka wajib menunjukkan hasil negatif RT-PCR (maksimal 3x24 jam) dan surat keterangan dari dokter rumah sakit pemerintah.

Namun, lanjut dia, syarat vaksin dosis lengkap dan antigen ini dikecualikan untuk moda transportasi perintis termasuk di wilayah perbatasan, daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).

“Adapun, untuk anak-anak usia di bawah 12 tahun, maka persyaratan yang wajib ditunjukkan adalah negatif RT-PCR [maksimal 3x24 jam],” sambung Novie.

Selama periode tahun baru ini, Novie juga menyebut tidak ada pengajuan penambahan kapasitas penerbangan (extra flight). Namun, dia menghimbau agar Penyelenggara Angkutan Udara tetap meningkatkan pemeriksaan dan memastikan kelaikan pesawat udara dan personel pesawat udara yang bertugas.

Dia juga meminta Penyelenggara Bandara dan Penyelenggara Navigasi Penerbangan, agar meningkatkan koordinasi dengan stakeholder terkait di lingkungan bandar udara dalam rangka antisipasi potensi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia.

"Selain itu, proses refund ticket dan penanganan keterlambatan penerbangan, harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan delay management dan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tutupnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tahun baru maskapai penerbangan
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top