Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang Tahun Baru 2022, Jokowi Ungkap Dua Tantangan Utama Indonesia pada 2021

Jokowi adalah menanggulangi pandemi Covid-19 dan menjaga ekonomi Indonesia tetap tumbuh menjadi tantangan utama pada 2021.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 31 Desember 2021  |  20:35 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden (kanan) di Glasgow, Skotlandia, Britania Raya, Senin (1/11/2021). ANTARA FOTO/Biro Pers dan Media Kepresidenan/Laily Rachev/Handout - wsj.
Presiden Joko Widodo (kiri) melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden (kanan) di Glasgow, Skotlandia, Britania Raya, Senin (1/11/2021). ANTARA FOTO/Biro Pers dan Media Kepresidenan/Laily Rachev/Handout - wsj.

Bisnis.com, JAKARTA - Jelang pergantian tahun baru 2022, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan sepanjang 2021 bangsa Indonesia menghadapi dua tantangan utama.

Kedua tantangan utama tersebut menurut Jokowi adalah menanggulangi pandemi Covid-19 dan menjaga ekonomi Indonesia tetap tumbuh.

“Sepanjang tahun 2021, kita berkutat dengan dua  kerja besar, memutus rantai penyebaran virus dan menjaga ekonomi Indonesia tetap tumbuh,” ujar Jokowi seperti dilihat dalam akun Instagramnya @jokowi, Jumat (31/12/2021). 

“Pandemi dan ekonomi ibarat dua tubuh di ujung ayunan yang harus kita jaga agar tetap seimbang,” lanjutnya.

Jokowi bersyukur, pandemi sejauh ini sudah semakin melandai. Rumah-rumah sakit kini lebih leluasa mengurusi pasien dengan penyakit non-Covid. 

“Semua itu karena peran kita semua mematuhi protokol kesehatan dan menggencarkan vaksinas,” ungkapnya. 

Dia menambahkan, dari target 208 juta sasaran vaksinasi, sampai 30 Desember 2021,pemerintah telah menyuntikkan sekitar 273 juta dosis vaksin, 60 juta vaksin dosis pertama dan lebih 113 juta dosis vaksin lengkap.

Di ujung ayunan yang lain adalah perekonomin, lanjut Jokowi, Indonesia pernah mengalami resesi, pertumbuhan minus, pelambatan ekonomi di banyak sektor dan ketidakpastian yang tinggi di segala bidang.

“Akan tetapi dengan semangat kerja keras, bangsa ini bertahan. Perekonomian kita pada kuartal III/2021, tumbuh 3,51 persen (yoy). Di sisi lain pandemi mendorong dunia baru, peradaban digital, e-commerce misalnya mencapai nilai US$24,8 miliar tahun ini,” tuturnya.

View this post on Instagram

A post shared by Joko Widodo (@jokowi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Pertumbuhan Ekonomi Covid-19
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top