Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

YLKI Sebut Rencana Penghapusan Premium Cuma Prank

Kabar penghapusan bahan bakar bersubsidi itu tidak pernah benar-benar direalisasikan setidaknya sejak 2015.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 31 Desember 2021  |  20:30 WIB
YLKI Sebut Rencana Penghapusan Premium Cuma Prank
Pembeli BBM di SPBU Pertamina menggunakan sistem pembayaran nontunai. - Pertamina

Bisnis.com, JAKARTA – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia menilai rencana penghapusan bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 88 atau Premium hanya menjadi sebuah wacana. Kabar penghapusan bahan bakar bersubsidi itu tidak pernah benar-benar direalisasikan setidaknya sejak 2015.

Ketua Pengurus Harian YKLI Tulus Abadi mengatakan rencana penghapusan Premium sudah pernah digaungkan sejak 2015 pada masa periode awal Presiden Joko Widodo menjabat. Saat itu, rencana penghapusan Premium merupakan salah satu rekomendasi oleh Satgas Anti Mafia Migas.

Namun, Tulus mengatakan rencana itu tidak pernah benar-benar secara konkret direalisasikan oleh pemerintah sejak rekomendasi tersebut diberikan. "Saya punya dugaan kuat wacana penghapusan ini hanya prank saja," ujarnya seperti dikutip dalam Youtube Infokpbb, Jumat (31/12/2021).

Lebih lanjut, Tulus menilai rencana penghapusan Premium masih terganjal oleh mafia-mafia migas yang menghalangi rencana itu untuk bisa benar-benar dieksekusi. Menurutnya, perlu nyali dan komitmen pemerintah untuk benar-benar merealisasikan rencana penghapusan Premium pada tahun depan.

"Pemburu rente impor Premium yang dia tidak akan rela aku gitu saja kalau ingin dihapuskan karena akan merugikan kepentingan ekonomi dari mafia impor pemburu rente ini, kecuali kalau pemerintah punya nyali," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga BBM bbm subsidi BBM Premium
Editor : Amanda Kusumawardhani

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top