Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Omicron Merebak, Sandi Tunda Pembukaan Vaccinated Travel Lane

Merebaknya varian Omicron menjadi alasan utama dibalik penundaan jalur perjalanan tervaksinasi atau Vaccinated Travel Lane
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 27 Desember 2021  |  21:50 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dalam kunjungannya ke Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (18/9/2021). - Antara
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dalam kunjungannya ke Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (18/9/2021). - Antara

Bisnis.com, BALI — Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno memutuskan untuk menunda pelaksanaan jalur perjalanan tervaksinasi atau Vaccinated Travel Lane (VTL).

Sandi mengatakan langkah itu diambil lantaran varian Omicron terbukti dapat menginfeksi orang yang telah tervaksinasi.  

“VTL itu terus dikaji karena ternyata Omicron berhasil menembus vaksin terutama kasus yang ada di Indonesia, oleh karena itu kita melakukan observasi yang kita tunggu data terakhir dengan adanya penanganan di berbagai negara,” kata Sandi saat memberi keterangan dalam Jumat Pers Akhir Tahun secara hybrid, Senin (27/12/2021). 

Sandi mengatakan kementeriannya bakal berfokus untuk menerapkan program travel bubble yang dianggap lebih aman dari VTL tersebut. Dia mengatakan program travel bubble itu tengah diperluas seiring gelaran internasional pada tahun depan di Tanah Air.

Manuver itu diambil setelah pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Jakarta dan Bali lewat skema travel bubble dinilai sukses pada awal Desember tahun ini. Saat itu, Sandi menuturkan tidak ada peserta yang terinfeksi Covid-19. 

“Jadi VTL sementara kita put on the side line, konsep bubble ini kita coba perluas karena G20 ke depan dan beberapa event ini juga sangat membutuhkan suatu solusi yang kita coba kembangkan dengan sistem bubble saat pembukaan G20,” kata dia.  

Adapun, Kemenparekraf mematok jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Tanah Air mencapai 1,8 sampai 3,6 juta orang pada tahun depan. Proyeksi itu tidak jauh berbeda dari estimasi yang sudah ditetapkan sebesar 1,5 juta orang pada tahun 2021. 

Kendati demikian, proyeksi nilai devisa pariwisata naik signifikan di angka sekitar US$0,47 hingga US$1,7 miliar pada tahun depan. Proyeksi itu terpaut jauh dari angka US$0,36 hingga US$0,37 miliar pada 2021. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata sandiaga uno travel bubble omicron
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top