Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DJKA Bangun 177,26 Kilometer Jalur Kereta Api Sepanjang 2021

Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub telah membangun 177,26 kilometer jalur kereta api (KA) sepanjang 2021.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 22 Desember 2021  |  16:58 WIB
Pengendara sepeda motor melewati perlintasan sebidang tidak resmi jalur rel kereta di kawasan Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat, Selasa (26/6). PT. KAI berkoordinasi dengan Pemda dan aparatur setempat akan menutup semua perlintasan sebidang di jalur kereta api secara bertahap. - Antara
Pengendara sepeda motor melewati perlintasan sebidang tidak resmi jalur rel kereta di kawasan Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat, Selasa (26/6). PT. KAI berkoordinasi dengan Pemda dan aparatur setempat akan menutup semua perlintasan sebidang di jalur kereta api secara bertahap. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub telah membangun 177,26 kilometer jalur kereta api (KA) sepanjang 2021.

Dari keseluruhan pembangunan jalur baru tersebut, 49,60 kilometer di antaranya sudah diselesaikan di tahun ini, sedangkan sisanya sepanjang 127,66 kilometer masih berlanjut.

“Penyelesaian jalur elektrifikasi sepanjang 62,8 kilometer lintas Jogja–Solo di awal tahun adalah bentuk peningkatan pelayanan dengan dioperasikannya KRL Jogja–Solo sebagai KRL pertama di luar Jabodetabek,” kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri, Rabu (22/12/2021).

DJKA, lanjut Zulfikri, juga telah mengoperasikan jalur ganda layang KA Yogyakarta International Airport sepanjang 5,4 kilometer untuk memberikan kemudahan akses dari dan menuju bandara, sekaligus menciptakan sistem transportasi yang lebih terintegrasi.

Sementara itu, jalur-jalur lain yang dibangun oleh DJKA di 2021, sambung dia, antara lain jalur ganda KA Bogor–Sukabumi, jalur ganda KA Gedebage–Haurpugur, jalur ganda KA Mojokerto–Sepanjang, jalur KA Elevated Solo Balapan–Kadipiro.

“Selain di Pulau Jawa, kami juga membangun jalur KA Krueng Geukueh–Paloh dan jalur KA Besitang–Langsa di Pulau Sumatra, serta pembangunan jalur KA Makassar–Parepare di Pulau Sulawesi,” terangnya.

Lebih lanjut, dia menuturkan, selama 2021 DJKA telah melakukan peningkatan jalur KA sepanjang 144,03 kilometer. Jalur sepanjang 86,83 kilometer di antaranya sudah selesai, dan 57,20 kilometer lainnya masih berjalan.

Tak berhenti di situ, DJKA juga melakukan perawatan jalur KA sepanjang 192,92 kilometer di Jawa dan Sumatra guna memastikan keseluruhan jalur kereta api yang aktif dapat dioperasikan dengan aman dan mengedepankan aspek keselamatan.

“Saat ini masyarakat pengguna jasa KA sudah bisa merasakan sendiri manfaat dari pembangunan, peningkatan, dan perawatan jalur KA,” tuturnya.

Zulfikri menambahkan, hasil peningkatan dan perawatan jalur kereta api tersebut dinilai berdasarkan Track Quality Index (TQI). TQI merupakan suatu ukuran nilai (index) yang digunakan untuk menyatakan tingkat kualitas keteraturan suatu rel.

Indeks TQI, sebutnya, kemudian dijadikan acuan untuk menentukan ambang batas kecepatan yang diperbolehkan saat kereta api melintas.

“Hasilnya diperoleh TQI sebesar 90,36 persen untuk kategori I dan II, yang berarti sarana perkeretaapian dapat melaju dengan kecepatan 100–120 kilometer per jam, kondisi nyaman [kategori I] dan kecepatan 80–100 kilometer per jam kondisi aman [kategori II],” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalur kereta api
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top