Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kontraktor Gagal Capai Target, SKK Migas Berhak Lakukan Ini

SKK Migas dapat merekomendasikan kepada Menteri ESDM untuk melakukan peninjauan kembali terhadap persetujuan insentif yang telah diberikan.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 20 Desember 2021  |  05:35 WIB
Pekerja melakukan pengawasan di proyek Grati Pressure Lowering yang dilakukan oleh Ophir Indonesia (Sampang) Pty. Ltd., Jawa Timur. Istimewa / Dok. SKK Migas
Pekerja melakukan pengawasan di proyek Grati Pressure Lowering yang dilakukan oleh Ophir Indonesia (Sampang) Pty. Ltd., Jawa Timur. Istimewa / Dok. SKK Migas

Bisnis.com, JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dapat memberikan rekomendasi untuk mencabut pemberian insentif terhadap kontraktor.

Dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 199.K/HK.02/MEM.M/2021 tentang Pedoman Pemberian Insentif Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, disebutkan bahwa SKK Migas dapat merekomendasikan kepada Menteri ESDM untuk melakukan peninjauan kembali terhadap persetujuan insentif yang telah diberikan.

Dalam aturan tersebut disebutkan rekomendasi pencabutan insentif tdapat dilakukan erhadap kontraktor yang tidak melaksanakan kewajiban sesuai dengan persetujuan pemberian insentif.

Di samping itu, pencabutan insentif dapat diterapkan kepada kontraktor yang telah mencapai dan melebihi parameter keekonomian yang ditetapkan dalam persetujuan pemberian insentif.

Selain itu, SKK Migas dapat menyusun standard operating procedure (SOP) mengenai evaluasi usulan termasuk parameter dan metode evaluasi yang digunakan, pelaksanaan dan pengawasan pemberian insentif.

Parameter keekonomian dan metode evaluasi yang dimuat dalam SOP harus dibuat berdasarkan asas akuntabilitas dan transparansi serta pertimbangan ekonomis, teknis, tingkat risiko, dan efisiensi.

Adapun, Kepmen yang diteken Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif pada 18 Oktober 2021 itu menetapkan pemberian insentif terhadap kontraktor hulu migas.

Kepmen ditetapkan dengan pertimbangan untuk lebih mengoptimalkan kegiatan usaha hulu migas dibutuhkan pemberian insentif untuk pengembangan wilayah kerja. Selain itu, dalam rangka pemberian insentif yang wajar, konsisten dan memadai untuk mendorong kegiatan pengembangan wilayah kerja dibutuhkan suatu pedoman pemberian insentif.

Pemberian insentif didasarkan pada parameter keekonomian yang lazim dipergunakan di industri minyak dan gas bumi antara lain Internal Rate of Return (IRR) atau Profitability Index (PI) yang besarannya mengacu pada praktik kewajaran di industri minyak dan gas bumi.

"Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi melakukan evaluasi terhadap usulan pemberian insentif sebagaimana dimaksud dalam diktum keempat dan memberikan rekomendasi kepada Menteri ESDM," seperti dikutip dalam diktum kelima aturan tersebut.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

skk migas hulu migas
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top