Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sistem Pemantauan Transaksi Mencurigakan Lemah, HSBC Kena Denda Rp1,22 Triliun

FCA merinci serangkaian kegagalan utama dalam perangkat lunak pemantauan bank, yang berarti bahwa transaksi mencurigakan tidak segera diidentifikasi dan dikirim ke otoritas Inggris.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 17 Desember 2021  |  16:21 WIB
 Gedung HSBC di London, Inggris, Rabu (8/8/2018). - Reuters/Hannah McKay
Gedung HSBC di London, Inggris, Rabu (8/8/2018). - Reuters/Hannah McKay

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas keuangan (FCA) mendenda unit HSBC Holdings Plc. di Inggris sebesar 64 juta pound atau US$85 juta setelah menemukan kelemahan serius dalam proses otomatis yang digunakan untuk memantau transaksi yang mencurigakan.

Keputusan ini sekaligus menjadi contoh terbaru dari sikap pengawas yang semakin tegas terhadap perusahaan itu. Sebelumnya, HSBC Bank Plc gagal mematuhi peraturan pencucian uang antara 2010 dan 2018 karena kebijakan dan prosedurnya untuk sistem pemantauan transaksi otomatis utamanya tidak sesuai atau cukup sensitif terhadap risiko, menurut regulator dalam sebuah pernyataan Jumat.

FCA merinci serangkaian kegagalan utama dalam perangkat lunak pemantauan bank, yang berarti bahwa transaksi mencurigakan tidak segera diidentifikasi dan dikirim ke otoritas Inggris.

Seorang nasabah diketahui memiliki hubungan dengan seseorang yang sudah berada di bawah pengawasan polisi Inggris atas potensi uang yang dicurigai melalui daftar kekayaan yang tidak dapat dijelaskan. Sementara itu, nasabah lain memiliki kemungkinan hubungan dengan organisasi teroris.

Seperti diketahui, bank harus secara retrospektif mengajukan 1.780 laporan aktivitas mencurigakan. Menurut FCA, kegagalan HSBC dianggap sangat serius karena banyak kegagalan terjadi dalam jangka waktu yang lama meskipun banyak laporan internal dan eksternal menyoroti kegagalan ini selama periode yang relevan.

“Ini berarti bahwa untuk jangka waktu yang lama HSBC gagal mendeteksi dan melaporkan aktivitas yang berpotensi mencurigakan,” papar FCA dalam keterangan resminya, dikutip dari Bloomberg.

HSBC setuju untuk menyelesaikan masalah ini dan memenuhi syarat untuk mendapatkan diskon 30 persen untuk dendanya, tambah FCA.

“Kami dengan senang hati menyelesaikan masalah ini, yang berkaitan dengan sistem dan kontrol anti-pencucian uang warisan HSBC di Inggris,” kata HSBC dalam sebuah pernyataan.

HSBC telah melakukan investasi signifikan dalam teknologi baru dan terdepan di pasar yang melampaui pendekatan tradisional untuk pemantauan transaksi.

Denda itu muncul setelah peringatan sebelumnya yang diterima HSBC dari Kementerian Kehakiman AS tentang kegagalan anak perusahaannya di AS untuk memantau transaksi dari Meksiko. Hal ini mendorong FCA untuk memerintahkan tinjauan yang lebih komprehensif terhadap kebijakannya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

denda hsbc

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top