Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pabrik Es Krim Joy Day Diresmikan, Investasi Capai Rp2,5 Triliun

Pabrik es krim Joy Day ini akan menjadi basis produksi milik Yili Group di Asia Tenggara.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 10 Desember 2021  |  17:10 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah) meresmikan pabrik es krim milik Yili Group yang akan menyerap 1.000 orang tenaga kerja.  - Bisnis/Reni Lestari
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah) meresmikan pabrik es krim milik Yili Group yang akan menyerap 1.000 orang tenaga kerja. - Bisnis/Reni Lestari

Bisnis.com, JAKARTA — Yili Group melalui anak usahanya, PT Green Asia Food Indonesia dan PT Yili Indonesia Dairy meresmikan pabrik es krim pertama di Asia Tenggara. Pabrik itu akan menjadi tempat pengolahan produk Joyday. 

Dengan kapasitas produksi 159 ton es krim per hari, pabrik seluas 8 hektare di atas lahan 17 hektare itu diklaim sebagai yang terbesar di Indonesia. Pabrik ini juga dicanangkan sebagai basis produksi perusahaan pengolahan susu terbesar di China itu, di Asia Tenggara.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang hadir dalam peresmian tersebut mengatakan investasi Yili Group di Indonesia mencapai Rp2,5 triliun dengan tahap awal sebesar Rp1,9 triliun. Serapan tenaga kerja yang pada tahap awal baru mencapak 270 orang diharapkan dapat meningkat menjadi 1.000 dalam ekspansi berikutnya.

"Langkah perusahaan menunjukkan optimisme investor terhadap peluang usaha yang tetap terbuka lebar dan iklim usaha yang maih kondusif di Indonesia walaupun saat ini masih terdampak Covid-19," katanya di Pabrik PT Yili Indonesia Daily, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (10/12/2021).

Agus menerangkan pengolahan susu merupakan salah satu industri pangan prioritas, mengingat kontribusinya terhadap perekomian dan keterkaitan yang luas pada sektor peternakan.

Saat ini, tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia sebesar 16,9 kg per kapita per tahun, masih di bawah negara-negara Asean, seperti Malaysia (36,2 kg per kapita per tahun) dan Filipina (17,8 kg per kapita per tahun).

Seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat dan pertumbuhan permintaan produk penunjang kesehatan, Agus meyakini peluang pasar dan tingkat konsumsi susu produk olahan susu seperti es krim akan terus tumbuh ke depan.

"Kami memandang kehadiran Yili Indonesia dengan produk Joyday adalah strategi bisnis yang tepat untuk dapat memenuhi peningkatan kebutuhan masyarakay Indonesia akan produk susu olahan, khususnya es krim," ujarnya.

Gerry Mustika, Representasi Marketing Yili Indonesia mengungkapkan pihaknya hadir di Tanah Air sejak 2018, tetapi baru mulai berproduksi pada tahun ini. Saat ini membidik pasar di 26 provinsi dan 260 kota di Indonesia.

"Target produksi akan kami sesuaikan dengan kapasitas produksi kami, 159 ton per hari atau kurang lebih 50 ribu ton per tahun," katanya.

Selain itu, olahan susu Yili Indonesia akan diekspor ke sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Singapura, Thailand, dan Myanmar.

Dalam sambutannya, Agus juga menggarisbawahi kinerja industri makanan dan minuman yang mencatatkan ekspansi pada triwulan III/2021 sebesar 3,49 persen dengan kontribusi 38,91 persen terhadap industri pengolahan non migas.

Adapun, pada periode Januari – Oktober 2021, ekspor industri mamin mencapai US$36,9 miliar, naik 52 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2020 sebesar US$24,2 miliar. Di sisi lain, industri memin juga mampu menarik investasi sebesar Rp48,5 triliun sampai dengan triwulan III/ 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi manufaktur PT Yili Indonesia Dairy
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top