Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Forum G20 Finance Dimulai Hari Ini, Simak Agenda Prioritas Presidensi Indonesia

FCBD selama 9-10 Desember 2021 akan dihadiri oleh delegasi dari 20 negara anggota G20, serta delegasi dari negara undangan dan lembaga internasional seperti World Bank, IMF, OECD, dan lain-lain.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 09 Desember 2021  |  07:46 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani menunjukan bukti pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan di Kantor DJP, Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Menteri Keuangan Sri Mulyani menunjukan bukti pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan di Kantor DJP, Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, BALI - Agenda Forum G20 Jalur Keuangan atau Finance Track akan dimulai hari ini, Kamis (9/12/2021). Kick-off Finance Track G20 hari ini sekaligus menjadi agenda pertemuan kedua dari total 150 forum pertemuan yang akan digelar selama satu tahun ke depan Presidensi G20 oleh Indonesia.

Finance Track G20 akan dibuka dengan pertemuan tingkat deputi Kementerian Keuangan dan Bank Sentral atau Finance and Central Bank Deputies (FCBD) Meeting, di Nusa Dua, Bali.

FCBD selama 9-10 Desember 2021 akan dihadiri oleh delegasi dari 20 negara anggota G20, serta delegasi dari negara undangan dan lembaga internasional seperti World Bank, IMF, OECD, dan lain-lain. Pertemuan akan digelar secara hibrida, atau luring dan daring dalam waktu bersamaan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, selaku Ketua Bidang I Finance Track G20 menyampaikan bahwa kerangkan kebijakan yang akan dibahas dalam forum tersebut tidak hanya akan berpengaruh bagi negara anggota, namun juga bagi negara lain.

"Jadi ini akan diterjemahkan dalam agenda Finance Track dimana kita akan memproyeksikan masalah atau lingkungan pada tahun 2022 yang akan sangat menantang," ungkapnya bulan lalu.

Terdapat enam agenda prioritas yang akan diangkat dalam agenda pertemuan tingkat deputi selama dua hari ke depan. Pertama, exit strategi untuk mendukung pemulihan ekonomi pascapandemi.

Kedua, mengatasi dampak pandemi atau scarring effect untuk mengamankan pertumbuhan di masa depan. Dalam area ini akan membahas lebih lanjut mengenai dampak Covid-19 yang mempengaruhi sektor rill termasuk tenaga kerja dan juga sisi keuangan untuk pulih bersama dan menjadi kuat.

"Ini akan menjadi salah satu highlight terpenting di bawah Presidensi G20 oleh Indonesia. Bagaimana koordinasi global bisa ditetapkan pada saat pemulihan ekonomi yang asinkron, sehingga membutuhkan dukungan kebijakan yang berbeda," tegasnya.

Ketiga, sistem pembayaran di era digital yang ditangani oleh Bank Indonesia. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo akan turut memimpin forum ini selkau Ketua Bidang II Finance Track G20.

Keempat, keuangan berkelanjutan (sustainable finance) di mana forum diskusi akan fokus pada tujuan keberlanjutan dan pembiayaan perubahan iklim yang kredibel dan menciptakan keadilan bagi semua negara.

Kelima, inklusi keuangan. Sri Mulyani mengungkapkan agenda ini akan mengeluarkan kesepakatan inklusi keuangan terutama terkait peran teknologi digital dan peluang untuk meningkatkan akses bagi UMKM dalam hal pembiayaan dan pemasaran.

Keenam adalahperpajakan internasional. Forum ini akan membahas paket pajak internasional dan menciptakan kepastian rezim pajak, transparansi, dan pembangunan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

g20 Presidensi G20 Indonesia
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top