Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Galon Sekali Pakai Kerek Kinerja Industri Daur Ulang

Di tengah kisruh ancaman terhadap bisnis galon isi ulang atau galon guna ulang (GGU), galon sekali pakai telah mendapatkan hati pelaku daur ulang plastik.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 08 Desember 2021  |  18:23 WIB
Galon Sekali Pakai Kerek Kinerja Industri Daur Ulang
Pekerja mengemas biji plastik usai dijemur di salah satu industri pengolahan limbah plastik di Jakarta. - Bisnis/Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Daur Ulang Plastik (Adupi) menyatakan konsumsi galon sekali pakai menjadi salah satu faktor pertumbuhan volume produksi industri pada tahun ini.

Meski tak menyebut angka pasti kontribusinya terhadap produksi bahan daur ulang, Ketua Umum Adupi Christine Halim mengatakan kualitas kemasan galon sekali pakai berbahan PET cukup membantu volume pengumpulan.

"Kami terbantu dengan adanya galon sekali pakai yang terbuat dari PET. Kualitasnya bagus dan beratnya lumayan," kata Christine kepada Bisnis, Rabu (8/12/2021).

Namun, sejauh ini sebagian besar pasokan galon sekali pakai masih terbatas dari area Jabodetabek.

Di Indonesia, air minum dalam kemasan (AMDK) dengan galon sekali pakai baru diproduksi oleh PT Tirta Fresindo Jaya dengan merek Le Minerale yang mulai dipasarkan tengah tahun lalu. Perusahaan itu masuk dalam kelompok Mayoran Indah Group yang juga memproduksi Teh Pucuk Harum, Kopiko 78, hingga Q Guava.

Selain dengan Adupi, pengumpulan galon sekali pakai Le Minerale diketahui juga dikerjasamakan dengan Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia (APSI) dan Ikatan Pemulung Indonesia (IPI).

Sementara itu, volume produksi bahan daur ulang plastik diproyeksikan tumbuh 10 persen hingga 20 persen pada tahun ini. Perbaikan permintaan yang dipicu tingginya harga bahan baku plastik, menjadi faktor pemicu pertumbuhan.

Namun, meski telah mengalami perbaikan, volume produksi belum dapat kembali ke angka sebelum pandemi.

"Belum 100 persen [volume produksi kembali], karena bahan bakunya sangat ketat suplainya," ujar Christine.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur plastik daur ulang
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top