Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

11.683 Pos Tarif Produk Ekspor ke Korsel Gratis Berkat IK-CEPA

Kemendag menuturkan terdapat 11.683 pos tarif produk ekspor ke Korsel gratis berkat kesepakatan IK-CEPA.
Penandatanganan Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) di Seoul, Korsel, Jumat (18/12/2020)./Dok. Kementerian Perdagangan
Penandatanganan Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) di Seoul, Korsel, Jumat (18/12/2020)./Dok. Kementerian Perdagangan

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan akses pasar ekspor ke Korea Selatan bakal terbuka lebar seiring dengan kesepakatan Perdagangan Internasional Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA).

Perluasan akses pasar itu dilihat dari kebijakan Korea Selatan untuk menghapus 11.683 pos tarif atau mencapai 95,5 persen dari keseluruhan pos tarif produk ekspor dari Indonesia. Besaran penghapusan pos tarif Korea Selatan itu 5,5 persen lebih tinggi dari komitmen di ASEAN-Korea Free Trade Area (AKFTA) yang mencakup 90 persen pos tarif.

Sementara itu, Indonesia mengeliminasi 9.954 pos tarif atau mencapai 92 persen dari keseluruhan pos tarif barang yang diimpor dari Korea Selatan. Penghapusan tarif yang diberlakukan Indonesia itu 5 persen lebih besar dari komitmen AKFTA.

“Menurut data yang kami terima ada 11.687 pos tarif yang masuk ke Korea Selatan itu gratis, barang-barang termasuk UMKM kita juga,” kata Jerry saat sosialisasi hasil perundingan perdagangan IK-CEPA yang disiarkan secara daring, Selasa (7/12/2021).

Jerry berharap penghapusan pos tarif ke pasar Korea Selatan itu dapat meningkatkan minat eksportir dalam negeri untuk meningkatkan kinerjanya. Alasannya, harga barang Indonesia ke Negeri Ginseng itu bakal lebih bersaing setelah efisiensi dari segi ongkos ekspor, sehingga bisa memotivasi pelaku ekspor untuk mengirim barang ke Korea Selatan.

Menyitir data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah otoritas perdagangan, neraca perdagangan Indonesia dengan Korea Selatan sepanjang Januari hingga September 2021 mengalami defisit mencapai US$254,1 juta.

Neraca defisit itu berasal dari realisasi impor yang lebih tinggi ketimbang ekspor. Adapun nilai impor Indonesia dari Korea Selatan mencapai US$1,56 miliar. Di sisi lain, nilai ekspor berada di posisi US$1,31 miliar.

Sementara total perdagangan kedua negara sepanjang Januari hingga September 2021 sudah mencapai US$2,88 miliar atau naik mencapai 29,6 persen jika dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu di angka US$2,22 miliar.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper