Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Jurus Sri Mulyani Jaga Ekonomi dari Omicron Covid-19

Penyebaran varian omicron berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi. Oleh karena itu, Sri Mulyani menegaskan harus terdapat upaya serius dalam mencegah penyebarannya agar tidak mengancam kesehatan masyarakat dan menghambat perekonomian.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 30 November 2021  |  09:48 WIB
Ini Jurus Sri Mulyani Jaga Ekonomi dari Omicron Covid-19
Menteri Keuangan Sri Mulyani melantik sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian Keuangan, Senin (5/10/2021) - Biro KLI / Kemenkeu
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa pada prinsipnya langkah penanganan varian baru Covid-19 omicron sama dengan upaya menghadapi varian delta, yakni fokus menjaga aspek kesehatan.

Hal tersebut disampaikan oleh Sri Mulyani dalam konferensi pers Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun 2022, Senin (29/11/2021). Menurutnya, varian baru Covid-19 menjadi perhatian pemerintah.

Penyebaran varian omicron berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi. Oleh karena itu, menurut Sri Mulyani, harus terdapat upaya serius dalam mencegah penyebarannya agar tidak mengancam kesehatan masyarakat dan menghambat perekonomian.

"Terpeliharanya kewaspadaan, disiplin penerapan protokol kesehatan, dan kehati-hatian, diharapkan akan menjadi bekal kuat dalam menghadapi ancaman baru, yaitu varian baru omicron Covid-19," ujar Sri Mulyani pada Senin (29/11/2021).

Selain fokus pada aspek kesehatan, Sri Mulyani menilai bahwa anggaran pendalatan dan belanja negara (APBN) merupakan instrumen penting dalam mencegah penyebaran varian omicron. Belanja negara berperan dalam aspek kesehatan, ekonomi, hingga sosial.

Misalnya, realisasi belanja APBN untuk kesehatan mencapai Rp202 triliun per Oktober 2021, naik hingga 67,8 persen (year-on-year/YoY) dari sebelumnya Rp120,3 triliun. Kenaikan belanja itu di antaranya untuk belanja vaksin Covid-19, pembayaran insentif tenaga kesehatan, dan biaya perawatan.

Selain itu, terdapat program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang menyasar para pelaku usaha, masyarakat miskin dan rentan miskin, hingga subsidi untuk berbagai keperluan rumah tangga. Namun, realisasi PEN ini masih berkisar 66 persen.

"Langkah pemulihan ekonomi dengan menggunakan instrumen APBN sejak 2020 dan 2021 telah berhasil mendukung penanganan dan pengendalian Covid-19, serta melindungi rakyat melalui bantuan sosial yang diperluas, dan mendorong pemulihan ekonomi, baik UMKM maupun korporasi," ujar Sri Mulyani.

Menurutnya, sektor ekonomi harus terus mewaspadai perkembangan penyebaran varian omicron, baik pada akhir tahun ini maupun tahun depan. Penanganan Covid-19 pun masih akan menjadi fokus pemerintah pada tahun depan.

"Kasus Covid-19 yang terkendali menjadi salah satu modal untuk menjalankan kegiatan ekonomi, tetapi tetap dengan disiplin kesehatan dan juga kewaspadaan, terutama menjelang natal dan tahun baru," ujarnya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa hingga Senin (29/11/2021), varian omicron sudah teridentifikasi di 13 negara. Sebanyak 9 negara yang teridentifikasi terpapar adalah Afrika Selatan, Australia, Belgia, Botswana, Hongkong, Inggris, Israel, Italia, dan Republik Ceko.

Selain itu, terdapat empat megara yang berkemungkinan terpapar, yakni Austria, Belanda, Denmark, dan Jerman.

“Kasus konfirmasi positif itu 9 negara 128 kasus, lalu kasus probable masih mungkin itu ada 4 negara, 67 kasus, jadi total ada 13 negara,” ujar Budi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani Covid-19 omicron
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top