Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Fungsi 2 Bendungan yang Baru Diresmikan Jokowi

Bendungan Tugu di Kabupaten Trenggalek dan Bendungan Gongseng di Kabupaten Bojonegoro yang diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini memiliki fungsi sebagai pengendali banjir, sumber air baku, dan sumber air untuk irigasi.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 30 November 2021  |  16:58 WIB
Peresmian Bendungan Tugu dan Bendungan Gongseng oleh Presiden Joko Widodo. - Kementerian PUPR
Peresmian Bendungan Tugu dan Bendungan Gongseng oleh Presiden Joko Widodo. - Kementerian PUPR

Bisnis.com, JAKARTA – Bendungan Tugu di Kabupaten Trenggalek dan Bendungan Gongseng di Kabupaten Bojonegoro yang diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini memiliki fungsi sebagai pengendali banjir, sumber air baku, dan sumber air untuk irigasi.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa saat ini Indonesia memiliki 241 bendungan untuk dikosongkan sebagian tampungannya untuk mengantisipasi dampak La Nina.

Dia mencontohkan Bendungan Tugu yang mampu mereduksi banjir di daerah hilir akibat hujan deras yang terjadi tiga hari lalu.

“Bendungan Tugu sudah tidak banjir lagi. Dengan demikian, bendungan ini selain dimanfaatkan sebagai irigasi, bisa juga bermanfaat sebagai penyedia air baku dan pengendali banjir,” katanya melalui keterangan resmi, Selasa (30/11/2021).

Pembangunan Bendungan Tugu sendiri di bawah tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, dan memiliki kapasitas tampung sekitar 12,1 juta meter kubik.

Air dari bendungan itu bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan daerah irigasi seluas 1.250 hektare, penyediaan air baku sebesar 12 liter per detik, serta reduksi banjir sebesar 42.47 meter kubik per detik. Selain itu, bendungan itu juga memiliki potensi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro sebesar 0,4 megawatt.

Bendungan Tugu dibangun sejak tahun 2014 hingga 2021 dengan anggaran senilai Rp1,69 triliun bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang dikerjakan oleh kontraktor PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. dan PT APTA (KSO), serta PT Nindya Karya (Persero) dan PT Minarta.

Sementara itu, pembangunan Bendungan Gongseng berada di bawah tanggung jawab BBWS Bengawan Solo yang memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan irigasi sawah seluas 6,191 hektare, penyediaan air baku 300 liter per detik, konservasi pariwisata, reduksi banjir hingga 133,3 meter kubik per detik, serta sebagai pembangkit listrik tenaga mikrohidro sebesar 0,7 megawatt.

Bendungan Gongseng dibangun sejak tahun 2018 dengan kontraktor pelaksana PT Hutama Karya (Persero). Adapun nilai kontraknya mencapai Rp578 miliar dengan konsultan supervisi PT Inakko Internasional Konsulindo KSO, PT Tuah Agung Anugrah-PT Hilmy Anugrah.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bendungan Presiden Joko Widodo Kementerian PUPR
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top