Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kemendag Yakin Dampak PPKM Level 3 ke Ritel Minim

Direktur Bina Usaha dan Pelaku Distribusi Kementerian Perdagangan (Kemendag) Nina Mora mengatakan periode kebijakan yang jelas dan keputusan bahwa pusat perbelanjaan masih diizinkan beroperasi memberi kepastian kepada pelaku usaha untuk menghadapi kebijakan.
Warga mengunjungi salah satu pusat belanja di Jakarta Barat, Sabtu (30/10/2021). /Antara
Warga mengunjungi salah satu pusat belanja di Jakarta Barat, Sabtu (30/10/2021). /Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan memperkirakan kebijakan PPKM Level 3 yang rencananya diterapkan selama libur Natal dan Tahun Baru berdampak minim pada sektor ritel.

Direktur Bina Usaha dan Pelaku Distribusi Kementerian Perdagangan (Kemendag) Nina Mora mengatakan periode kebijakan yang jelas dan keputusan bahwa pusat perbelanjaan masih diizinkan beroperasi memberi kepastian kepada pelaku usaha untuk menghadapi kebijakan.

“Kepastian ini akan mendorong para pelaku usaha untuk lebih bersiap dalam menghadapi masa PPKM serta dapat mendorong indeks keyakinan konsumen untuk tetap stabil,” kata Nina, Selasa (30/11/2021).

Berdasarkan data Bank Indonesia, Indeks Penjualan Ritel pada kuartal IV/2021 diproyeksi meningkat dibandingkan dengan kuartal III/2021. Selain itu, perekonomian juga diramal tetap tumbuh di kisaran 4 sampai 5 persen.

“PPKM ini justru tetap dibutuhkan untuk mencegah melonjaknya kasus positif Covid-19 pada Natal dan Tahun Baru,” tambahnya.

Nina mengatakan salah satu kebijakan strategis dalam mendorong perdagangan pada era normal baru adalah pemanfaatan aplikasi Peduli Lindungi dan protokol kesehatan sesuai dengan level PPKM. Dia mengatakan bahwa pemerintah ingin tetap menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus memastikan masyarakat tetap aman dari Covid-19.

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Yusuf Rendy Manilet menilai dampak dari pembatasan terhadap belanja masyarakat akan dipengaruhi oleh perkembangan penyebaran varian baru Covid-19 yakni Omicron dan kebijakan yang diadopsi pemerintah.

“Jika dalam pekan-pekan ke depan ada perkembangan terkait varian baru di Indonesia, saya kira akan berdampak pada kunjungan ke pusat belanja,” kata Rendy.

Rendy mengatakan pembatasan mobilitas antarwilayah yang diterapkan pada momen Natal dan Tahun Baru, kata Rendy, sekaligus penghapusan cuti bersama akan mendorong aktivitas masyarakat di pusat-pusat perbelanjaan.

“Potensi kunjungan ada di varian baru tadi. Namun jika tidak ada isu varian baru yang kuat, saya kira tidak akan berdampak secara luas terhadap minat berbelanja di ritel modern,” kata dia.

Dia lantas berpendapat bahwa segmen ritel bisa diuntungkan pada situasi tersebut. Berbagai segmen produk dari pakaian, makanan dan minuman, sampai peralatan rumah tangga bisa menjadi sasaran belanja konsumen pada akhir tahun.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper