Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Dorong Modifikasi Motor BBM Jadi Listrik, Ini Perkiraan Biayanya

Populasi sepeda motor listrik mengalami peningkatan sejak penerbitan Perpres No.55/2019 tentang percepatan program kendaraan listrik berbasis baterai.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 18 November 2021  |  19:35 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) bersiap mengendarai motor listrik saat diluncurkan sebagai kendaraan dinas Kementerian Perhubungan di Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (16/12/2020).  - ANTARA FOTO
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) bersiap mengendarai motor listrik saat diluncurkan sebagai kendaraan dinas Kementerian Perhubungan di Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (16/12/2020). - ANTARA FOTO

Bisnis.com, JAKARTA – Selain menggalakkan produksi dan penjualan kendaraan listrik, pemerintah juga mendorong modifikasi roda dua dari yang berbasis bahan bakar minyak (BBM) menjadi bertenaga listrik.

Dirjen Energi Baru Terbarukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana mengatakan melalui proyek uji coba, kementeriannya berhasil memodifikasi 100 kendaraan roda dua sepanjang tahun ini, termasuk memastikan legalitasnya sehingga bisa diperjualbelikan.

"Prosesnya bisa berjalan sama-sama, kita lakukan modifikasi yang lama, dan penjualan [kendaraan listrik] yang baru kita dorong," kata Dadan, Kamis (18/11/2021).

Adapun proyek uji coba tersebut dilakukan di bengkel resmi konversi, di Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan EBTKE, Gunung Sindur, Bogor.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menambahkan pemerintah telah melegalisasi konversi kendaraan roda dua. Masyarakat yang ingin memigrasikan mesin roda duanya dapat merogoh kocek Rp10 juta hingga Rp11 juta.

Namun Budi mengatakan seiring pengembangan industri baterai kendaraan listrik di dalam negeri, biaya tersebut sangat mungkin untuk turun.

"Jadi sekarang ini untuk kendaraan konversi sudah dilegaliasasi. Kalau masyarakat ada yang punya motor lama dan ingin diganti ke listrik, tinggal dicopot [mesinnya] lalu diganti," jelasnya.

Sayangnya, keberadaan bengkel resmi konversi masih terbatas yang tersebar di empat lokasi saja di Jakarta dan Surabaya, termasuk yang dimiliki Kementerian ESDM.

Budi juga mencatat, sudah ada 22 agen pemegang merek (APM) yang mengajukan sertifikasi registrasi uji tipe (SRUT) untuk sepeda motor listrik. Populasi kendaraan listrik roda dua saat ini diperkirakan sebanyak 11.000 unit.

Adapun, populasi sepeda motor listrik mengalami peningkatan sejak penerbitan Perpres No.55/2019 tentang percepatan program kendaraan listrik berbasis baterai. "Dari 22 APM itu, ada yang cukup cepat penetrasinya ke pasar, ada juga yang masih coba-coba," ujarnya. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian esdm Sepeda Motor Listrik
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top