Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tenang! Dampak Kenaikan UMP 2022 Minim Terhadap Inflasi

Kenaikan upah minimum pada 2022 jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan kenaikan upah tahunan rata-rata 8 hingga 9 persen dalam lima tahun terakhir. Dengan demikian, dampaknya tidak akan besar kepada inflasi.
Pekerja pabrik pulang seusai bekerja di salah satu pabrik makanan di Jakarta, Sabtu (11/4/2020). Bisnis/Abdurachman
Pekerja pabrik pulang seusai bekerja di salah satu pabrik makanan di Jakarta, Sabtu (11/4/2020). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Peningkatan upah minimum yang lebih rendah pada 2022 dibandingkan dengan rata-rata kenaikan sebelum masa pandemi Covid-19 dinilai akan berdampak minim terhadap tingkat inflasi tahun depan.

Sebagaimana diketahui, pemerintah telah menetapkan rata-rata kenaikan upah minimum provinsi (UMP) sebesar 1,09 persen untuk tahun depan.

Peningkatan tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan kenaikan pada tahun ini sebesar 0,46 persen.

Namun, upah minimum pada 2022 jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan kenaikan upah tahunan rata-rata 8 hingga 9 persen dalam lima tahun terakhir.

“Dengan demikian, menurut pandangan kami dampaknya ke inflasi seharusnya minim,” kata Ekonom Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro dan tim dalam catatannya, Rabu (17/11/2021).

Adapun, kenaikan upah minimum pada 2022 dimaksudkan untuk mempersempit kesenjangan upah dalam beberapa tahun ke depan.

Pasalnya, sejumlah kabupaten saat ini memiliki upah minimum yang terlalu tinggi karena ketergantungan yang tinggi pada komoditas atau kawasan industri, sementara yang mengandalkan pertanian atau pertanian dasar tertinggal.

Satria mencontohkan, upah minimum di Jakarta mencapai Rp4,45 juta, sementara upah minimum di Jawa Tengah tergolong rendah, sebesar Rp1,81 juta.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Maria Elena
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper