Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Minyak Melejit Sepanjang Tahun, Perusahaan Migas Mana yang Paling Cuan?

Harga minyak dunia mengalami tren yang baik sepanjang tahun ini, setelah pada 2020 lalu sempat terperosok dalam titik terendahnya sepanjang masa.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 09 November 2021  |  15:21 WIB
Harga Minyak Melejit Sepanjang Tahun, Perusahaan Migas Mana yang Paling Cuan?
Platform migas lepas pantai. - Istimewa/SKK Migas
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak dunia mengalami tren yang baik sepanjang tahun ini, setelah pada 2020 lalu sempat terperosok dalam titik terendahnya sepanjang masa.

Sentimen itu telah membuat perusahaan-perusahaan migas yang pada tahun lalu kompak mengalami kerugian berbalik mencetak cuan.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis.com, perusahaan-perusahaan raksasa migas internasional, seperti Chevron, ExxonMobil, Shell, Petronas, Saudi Aramco, dan Pertamina kompak mencatatkan laba bersih pada tahun ini.

Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, Chevron telah berhasil mencetak laba bersih senilai US$10,57 miliar, atau setara dengan Rp147,98 triliun. Jumlah tersebut berbanding terbalik dari kerugian yang dicatatkan pada periode yang sama tahun lalu, yakni sebesar US$4,87 triliun.

ExxonMobil, telah berhasil mengantongi laba bersih senilai US$14,17 miliar sepanjang periode Januari–September 2021. Catatan itu telah memperbaiki kinerja sepanjang periode yang sama tahun lalu yang mencatatkan kerugian senilai S$2,37 miliar.

Perusahaan asal Negara Kincir Angin, Shell, telah mencetak laba bersih US$8,64 miliar per kuartal III/2021, tercatat lebih baik jika dibandingkan dengan realisasi pada kuartal III/2020 dengan kerugian senilai US$17,66 miliar.

Sementara itu, Saudi Aramco nampaknya menjadi perusahaan migas yang paling cuan pada tahun ini. Pasalnya, perusahaan asal Arab Saudi itu telah berhasil meningkatkan labanya menjadi senilai US$77,6 miliar sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, lebih tinggi dari realisasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar US$35,01 miliar.

Peningkatan laba bersih juga dicatatkan oleh PT Pertamina (Persero) yang berhasil membukukan laba senilai US$183 juta sepanjang semester I/2021. Capaian itu telah membalikkan posisi kerugian US$768 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Adapun, Petronas mencatatkan laba sebesar RM9,29 juta pada periode kuartal I/2021, atau lebih besar jika dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar RM4,52 juta.

Perbaikan kinerja dari keseluruhan perusahaan migas tersebut dikontribusikan atas kinerja sektor hulu yang melejit pada tahun ini.

Pada tahun lalu, mayoritas perusahaan migas tersebut mencatatkan kerugian di sektor hulunya karena harga minyak dunia yang jatuh.

Pada sisa periode yang ada pada tahun ini, masih terdapat peluang bagi perusahaan migas tersebut untuk mencetak cuan lebih besar, mengingat tren harga minyak dunia masih belum menunjukkan tanda-tanda akan mengalami penurunan sampai akhir tahun nanti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina Harga Minyak hulu migas perusahaan migas
Editor : Lili Sunardi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top