Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Siap Pensiunkan PLTU di Indonesia, Bappenas dan ETP Teken MoU Transisi Energi

ETP telah memberikan hibah senilai US$1,3 juta kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menyusun perencanaan detail teknis modernisasi pusat kontrol ketenagalistrikan sistem Pusat Pengatur Beban (P2B) Jawa, Madura, dan Bali.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 08 November 2021  |  11:30 WIB
Pekerja melintas di depan tempat penguapan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya,  di Nagan Raya, Aceh, Senin (28/9/2020). ANTARA FOTO - Irwansyah Putra
Pekerja melintas di depan tempat penguapan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya, di Nagan Raya, Aceh, Senin (28/9/2020). ANTARA FOTO - Irwansyah Putra

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia dan Lembaga Kemitraan Transisi Energi atau Energy Transition Partnership (ETP) menandatangani Nota Kesepahaman Transisi Energi.

Nota kesepahaman tersebut bertujuan untuk mendorong pencapaian target pengurangan emisi karbon Indonesia atau Nationally Determined Contribution (NDC) pada 2030 mendatang.

Sebagai perwakilan Indonesia, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyampaikan bahwa nota kesepahaman itu juga merupakan perwujudan dari penegasan komitmen mitigasi perubahan iklim, sesuai dengan Perjanjian Paris.

Secara konkret, nota kesepahaman tersebut bertujuan untuk memperkuat kerja sama ETP dengan pemangku kepentingan dan perusahaan yang melakukan transisi energi di Indonesia.

Lalu, untuk menambah investasi dalam energi terbarukan, memperkuat koordinasi kelembagaan, dan mewujudkan infrastruktur tangguh yang berkelanjutan.

"Saya yakin, kerja sama ini akan bermanfaat untuk transisi energi yang inklusif, dengan tujuan akhir meningkatkan ketahanan energi nasional. Dengan berbagai kegiatan dan dukungan dari mitra pembangunan nasional dan internasional, saya juga berharap ETP dapat mendukung pelaksanaan koordinasi yang konstruktif untuk aktivitas transisi energi di Indonesia," ujar Direktur Sumber Daya Energi, Mineral, dan Pertambangan Kementerian PPN/Bappenas Yahya Hidayat, seperti yang dikutip siaran resmi, Senin (8/11/2021).

Salah satu program strategis ETP adalah penyusunan opsi penghentian awal pembangkit listrik tenaga (PLTU) batu bara, dan meningkatkan kualitas sistem pengaturan ketenagalistrikan dengan sistem yang lebih modern untuk mendorong implementasi energi terbarukan.

Kementerian PPN/Bappenas dan ETP akan membangun komunikasi dan koordinasi yang solid untuk mencapai target NDC Indonesia pada 2030 mendatang.

Hingga saat ini, ETP telah memberikan hibah senilai US$1,3 juta kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menyusun perencanaan detail teknis modernisasi pusat kontrol ketenagalistrikan sistem Pusat Pengatur Beban (P2B) Jawa, Madura, dan Bali.

Dalam implementasinya, ETP membantu PLN memodernisasi struktur teknologi kontrol ketenagalistrikan untuk mengawasi, memantau, mengoperasikan dan merencanakan sistem kelistrikan.

Bantuan ini ditujukan baik untuk saat ini maupun masa depan agar Indonesia mampu mencapai target energi terbarukan sebesar 23 persen pada 2025.

Direktur Southeast Asian ETP Sirpa Jarvenpaa menyampaikan bahwa nota kesepahaman yang ditandatangani kedua pihak bisa menjadi bantuan teknis serta keuangan untuk memperkuat kapasitas Indonesia, dalam peningkatan pengunaan energi terbarukan dan menciptakan peluang sosial-ekonomi serta investasi yang berkelanjutan di Indonesia.

"Kami mendorong proyek energi terbarukan dan efisiensi energi yang benar-benar melayani dan memenuhi kebutuhan masyarakat, serta mewujudkan kondisi hijau, sehat, dan sejahtera bagi semua,” ujar Direktur Sirpa Jarvenpaa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pltu energi terbarukan Transisi energi
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top