Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Manggarai Bakal Jadi Stasiun Sentral dan Terintegrasi TOD

Pembangunan Stasiun Manggarai Baru dilakukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk memberikan layanan transportasi kereta api yang lebih baik kepada masyarakat.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 03 November 2021  |  21:11 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.  - Kemenhub
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. - Kemenhub

Bisnis.com, JAKARTA – Pembangunan Stasiun Manggarai Baru dilakukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk memberikan layanan transportasi kereta api yang lebih baik kepada masyarakat.

Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Stasiun Manggarai kedepannya akan menjadi stasiun sentral yang nantinya diintegrasikan dengan pengembangan kawasan transit oriented development (TOD).

“Tujuannya adalah agar pergerakan masyarakat lebih efektif dan efisien,” ujarnya dalam diskusi yang digelar Institut Studi Transportasi (Instran) secara hybrid, Rabu (3/11/2021).

Budi mengatakan, saat ini pemerintah tengah membangun kawasan terpadu di beberapa titik simpul transportasi Jakarta. Salah satunya adalah Stasiun Manggarai sebagai stasiun tersibuk di DKI Jakarta, bahkan di Indonesia.

Saat ini, sambung Menteri Perhubungan (Menhub), Stasiun Manggarai melayani 50 persen lebih dari total seluruh perjalanan KRL Jabodetabek yang berjumlah 994 perjalanan setiap hari. Di masa pandemi saja volume penumpang transit di stasiun tersebut mencapai 30.000 orang per hari.

“Pengembangan Stasiun Manggarai Baru masih terus kami lakukan. Namun, kini dapat kita lihat bagaimana megahnya Stasiun Manggarai, menyamai stasiun yang ada di kota-kota besar di dunia,” ucapnya.

Lebih lanjut Budi menuturkan, saat ini Kemenhub melalui Ditjen Perkeretaapian tengah membangun Stasiun Manggarai Baru yang merupakan bagian dari Proyek Double-Double Track (jalur dwiganda) Manggarai–Cikarang, yang terbagi dalam beberapa paket pekerjaan.

Sejumlah paket pekerjaan yang sudah selesai, imbuhnya, adalah Stasiun Jatinegara, Stasiun Depo Cipinang, dan sisi barat jalur baru elevated Stasiun Manggarai–Jatinegara–Cipinang.

“Saat ini penyelesaian proyek DDT masih terus berjalan di tengah pandemic, yakni pembangunan Stasiun Manggarai sisi timur, Stasiun Bekasi, Underpass Cibitung, dan beberapa paket pekerjaan lainnya,” terang Menhub.

Dengan selesainya proyek DDT Manggarai–Cikarang itu, Budi berharap, dapat memberikan manfaat mengurangi keterlambatan perjalanan kereta api, meningkatkan keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api, memperpendek waktu tempuh perjalanan, dan manfaat positif lainnya.

“Ini menjadi standar baru bagaimana kita membangun perkeretaapian kedepan, untuk menyediakan transportasi massal yang mudah diakses, terjangkau, dan ramah lingkungan. Diharapkan kehadirannya dapat mengurangi permasalahan transportasi perkotaan, seperti kemacetan dan polusi udara, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilih dan menggunakan transportasi publik,” ujarnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stasiun kereta api tod
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top