Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dorong Investasi, Industri Sepatu Minta Pemerintah Gencarkan FTA

Berdasarkan data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi ke sektor barang dari kulit dan alas kaki tercatat senilai US$97,8 juta untuk penanaman modal asing (PMA) dan Rp318 triliun untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN).
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 29 Oktober 2021  |  14:59 WIB
Foto aerial pelabuhan peti kemas Koja di Jakarta. (25/12/2019).  - Bisnis/Himawan L Nugraha
Foto aerial pelabuhan peti kemas Koja di Jakarta. (25/12/2019). - Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Perluasan pasar ekspor melalui free trade agreement (FTA) atau perjanjian perdagangan bebas dinilai mampu mendorong arus investasi ke industri dalam negeri.

Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakrie berpendapat capaian FTA terutama dengan pasar tradisional Indonesia seperti Amerika Serikat dan Eropa merupakan faktor krusial bagi aliran modal asing ke dalam negeri.

"Seperti Eropa, Amerika Serikat, pasar-pasar terbesar kita. Kalau kita bisa mendorong FTA dengan negara-negara tersebut, saya rasa [investasi] bisa berkelanjutan," katanya kepada Bisnis, Jumat (29/10/2021).

Dia berharap Indonesia-Uni Eropa Comprehensif Economic Partnership Agreement (I-UE CEPA) dapat segera difinalisasi pada tahun ini.  

Selain itu, Firman juga mendorong upaya pemerintah mengerucutkan investasi ke industri bahan baku yang saat ini masih bergantung pada impor. Investasi baru untuk ketersediaan bahan baku akan sangat bertalian dengan peningkatan daya saing produk dalam negeri.

"Sehingga ketergantungan pasok kita dari negara-negara lain menjadi lebih terkendali. Kita kan sangat bergantung pada China, misalnya [untuk bahan baku alas kaki]," kata Firman.

Dia melanjutkan, ketergantungan yang tinggi menyebabkan industri dalam negeri rentan terhadap gangguan rantai pasok, seperti lockdown, kelangkaan kontainer, atau pun harga pengapalan yang melambung.

Firman mengatakan aliran investasi ke sektor alas kaki masih tumbuh positif, salah satunya dipengaruhi kondisi global yang menguntungkan Indonesia.

Faktor-faktor pendorong tersebut antara lain, kondisi pandemi yang menyebabkan pembatasan di Vietnam dan dampak berkepanjangan dari perang dagang Amerika Serikat dan China.

Berdasarkan data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi ke sektor barang dari kulit dan alas kaki tercatat senilai US$97,8 juta untuk penanaman modal asing (PMA) dan Rp318 triliun untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi ekspor fta
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top