Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Optimisme Properti Asia Pasifik, Akhiri 2021 dengan Catatan Kuat

Perkembangan bisnis properti di berbagai negara di Asia Pasifik memperlihatkan tren positif dan memunculkan optimisme bahwa tahun ini ini akan diakhiri dengan catatan yang kuat.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 21 Oktober 2021  |  22:36 WIB
Gedung perkantoran di pusat finansial Singapura, foto file 2016. - Reuters
Gedung perkantoran di pusat finansial Singapura, foto file 2016. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Optimisme merebak di Bisnis properti Asia pasifik setelah mampu bertahan dari pembatasan akibat pandemi Covid-19 pada kuartal III tahun ini dan momentumnya diperkirakan meningkat pada kuartal terakhir untuk membantu mengakhiri 2021 dengan catatan yang kuat.

Menurut konsultan properti Colliers International melalui laporan Asia Pacific Market Snapshot Q3 2021 yang dirilis pada Kamis (21/10/2021), pasar properti utama di kawasan itu bertahan dari putaran terakhir pembatasan Covid yang diperkenalkan sebagai tanggapan terhadap varian Delta.

Di Australia, kepercayaan bisnis terus meningkat, karena pasar mulai muncul dari pembatasan yang berlarut-larut, sementara di China Daratan, investor membuat kesepakatan di pasar utama.

Pasar properti Jepang, sekali lagi terbukti tangguh dalam menghadapi kontrol yang ketat, sementara sektor perkantoran Korea Selatan terus berkinerja baik, karena permintaan yang bertahan lama untuk ruang kantor di Seoul.

Permintaan yang kuat dari pembeli domestik dan asing melihat penyelesaian 22 transaksi di pasar utama di China. Shanghai melihat sembilan kesepakatan senilai RMB12,6 miliar (US$1,95 miliar) ditutup pada kuartal III yang dipimpin permintaan untuk kantor dan business park dari end-user.

Di Beijing, delapan transaksi diselesaikan dengan nilai total hampir RMB8,81 miliar (US$1,36 miliar). Di China selatan, Shenzhen melihat dua transaksi dengan nilai gabungan RMB3,33 miliar (US$512 juta) dan transaksi hotel senilai RMB955 juta (US$148 juta) diselesaikan di Guangzhou. Sementara itu, Chengdu dan Xi'an masing-masing mencatat satu transaksi.

Di Hong Kong, wilayah khusus China, sektor perhotelan menyambut arus masuk modal. Kepercayaan investor yang tumbuh, didorong suku bunga rendah dan pemulihan ekonomi yang sehat, melihat finalisasi enam penjualan sekaligus di segmen industri dan total volume transaksi investasi senilai HKD18,9 miliar (US$2,4 miliar) pada kuartal III.

Di Singapura, aset ritel menjadi penggerak utama. Negeri jiran itu menyaksikan transaksi senilai Sin$7,5 miliar selama kuartal III, dipimpin oleh permintaan investor, khususnya di segmen ritel, yang melihat Lendlease Global Commercial REIT meningkatkan kepemilikannya di mal pinggiran kota.

Pada perkembangan lain, pengembang perumahan di Singapura memperoleh situs pembangunan kembali baik melalui program penjualan tanah pemerintah dan penjualan kolektif.

Sementara itu, segmen perkantoran dan industri melemah, karena aktivitas REIT (real estate investment trusts) turun selama kuartal tersebut. Colliers memprediksi sejumlah kesepakatan yang telah dalam proses negosiasi selama berbulan-bulan akan ditutup pada akhir tahun.

Di Korea Selatan, ruang perkantoran di ibu kota Seoul tetap menjadi mesin pertumbuhan bisnis real estat. Likuiditas yang melimpah, suku bunga rendah, dan peluang terbatas untuk investasi keluar terus mendorong pasar perkantoran Seoul, membantunya mencatat transaksi senilai 4,9 triliun won (US$4,2 miliar) dan melampaui volume yang terlihat pada kuartal sebelumnya.

John Marasco, Direktur Pelaksana Pasar Modal & Layanan Investasi Colliers Australia dan Selandia Baru berpendapat pelonggaran pembatasan Covid di Australia dan vaksinasi mencapai tingkat yang memuaskan, muncul optimisme yang baru di pasar.

Kondisi yang telah ditunda akibat pembatasan akan sekali lagi menjadi hidup dan dia berharap melihat volume besar pasokan pada kuartal IV.

Di Selandia Baru begitu pula, pelonggaran pembatasan akan meningkatkan kepercayaan diri dan meningkatkan aktivitas penjualan dan penyewaan di segmen komersial.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asia pasifik bisnis properti
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top