Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bank Sentral China Sebut Masih Bisa Tahan Risiko Evergrande

Seperti diketahui, Evergrande mencatatkan liabilitas hingga US$300 miliar sehingga menimbulkan kecemasan akan berdampak pada perusahaan pengembang lain.
Seorang pejalan kaki melewati depan Gedung People's Bank of China/ Bloomberg
Seorang pejalan kaki melewati depan Gedung People's Bank of China/ Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur Bank Rakyat China (PBOC) Yi Gang mengatakan otoritas masih bisa menahan risiko Evergrande Group terhadap perekonomian dan sistem keuangan di China.

Dalam pertemuan Group of 30 pada Minggu (17/10/2021) sore, Yi mengakui bahwa Evergrande memang menimbulkan sedikit kekhawatiran. "Secara keseluruhan, kami dapat menahan risiko Evergrande," katanya seperti dilansir Bloomberg.

Seperti diketahui, Evergrande mencatatkan liabilitas hingga US$300 miliar sehingga menimbulkan kecemasan akan berdampak pada perusahaan pengembang lain seiring dengan kebijakan Presiden Xi Jinping yang menerapkan pengetatan terhadap pasar properti.

Kekhawatiran penularan semakin meningkat setelah dua pekan terakhir ini Fantasia Holdings Group Co., dinyatakan gagal bayar dan Sinic Holdings Group Co., sudah memperingatkan bahwa default sudah dekat.

Yi mengatakan bahwa kewajiban Evergrande telah menyebar ke ratusan entitas sistem keuangan, sehingga tidak banyak konsentrasi.

"Hak dan bunga yang dimiliki kreditur dan pemegang saham akan dihormati sepenuhnya sesuai dengan hukum yang berlaku. Dan undang-undang telah dengan jelas menunjukkan senioritas dari liabilitas tersebut," tuturnya.

Beijing juga akan berupaya untuk melindungi konsumen dan pembeli rumah. "Saya pikir kami bisa mencegah risiko sistemik," katanya.

Tanpa menyebut Evergrande, Yi mengatakan bahwa risiko gagal bayar yang semakin meningkat pada sejumlah perusahaan akibat mismanagement dan ekspansi yang terlalu terburu-buru telah memperlambat ekonomi China.

Pada hari yang sama, pejabat PBOC Zou Lan mengatakan otoritas dan pemerintah daerah tengah mencari jalan keluar berdasarkan prinsip orientasi pasar dan supremasi hukum.

Beberapa hari setelah gagal membayar obligasi dolar, Fantasia telah ditinggal oleh dua direkturnya. Padahal menurut kebijakan penerbitan di China, perusahaan harus memiliki tiga direktur, di mana salah satunya memiliki keahlian dalam akuntansi atau manajemen keuangan.

Saat ini Fantasia hanya didukung oleh satu direktur non-eksekutif independen. Fantasia menyatakan akan segera mengisi lowongan secepat mungkin.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Nindya Aldila
Sumber : Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper