Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Sentral China Sebut Masih Bisa Tahan Risiko Evergrande

Seperti diketahui, Evergrande mencatatkan liabilitas hingga US$300 miliar sehingga menimbulkan kecemasan akan berdampak pada perusahaan pengembang lain.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 18 Oktober 2021  |  13:07 WIB
Seorang pejalan kaki melewati depan Gedung People's Bank of China -  Bloomberg
Seorang pejalan kaki melewati depan Gedung People's Bank of China - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur Bank Rakyat China (PBOC) Yi Gang mengatakan otoritas masih bisa menahan risiko Evergrande Group terhadap perekonomian dan sistem keuangan di China.

Dalam pertemuan Group of 30 pada Minggu (17/10/2021) sore, Yi mengakui bahwa Evergrande memang menimbulkan sedikit kekhawatiran. "Secara keseluruhan, kami dapat menahan risiko Evergrande," katanya seperti dilansir Bloomberg.

Seperti diketahui, Evergrande mencatatkan liabilitas hingga US$300 miliar sehingga menimbulkan kecemasan akan berdampak pada perusahaan pengembang lain seiring dengan kebijakan Presiden Xi Jinping yang menerapkan pengetatan terhadap pasar properti.

Kekhawatiran penularan semakin meningkat setelah dua pekan terakhir ini Fantasia Holdings Group Co., dinyatakan gagal bayar dan Sinic Holdings Group Co., sudah memperingatkan bahwa default sudah dekat.

Yi mengatakan bahwa kewajiban Evergrande telah menyebar ke ratusan entitas sistem keuangan, sehingga tidak banyak konsentrasi.

"Hak dan bunga yang dimiliki kreditur dan pemegang saham akan dihormati sepenuhnya sesuai dengan hukum yang berlaku. Dan undang-undang telah dengan jelas menunjukkan senioritas dari liabilitas tersebut," tuturnya.

Beijing juga akan berupaya untuk melindungi konsumen dan pembeli rumah. "Saya pikir kami bisa mencegah risiko sistemik," katanya.

Tanpa menyebut Evergrande, Yi mengatakan bahwa risiko gagal bayar yang semakin meningkat pada sejumlah perusahaan akibat mismanagement dan ekspansi yang terlalu terburu-buru telah memperlambat ekonomi China.

Pada hari yang sama, pejabat PBOC Zou Lan mengatakan otoritas dan pemerintah daerah tengah mencari jalan keluar berdasarkan prinsip orientasi pasar dan supremasi hukum.

Beberapa hari setelah gagal membayar obligasi dolar, Fantasia telah ditinggal oleh dua direkturnya. Padahal menurut kebijakan penerbitan di China, perusahaan harus memiliki tiga direktur, di mana salah satunya memiliki keahlian dalam akuntansi atau manajemen keuangan.

Saat ini Fantasia hanya didukung oleh satu direktur non-eksekutif independen. Fantasia menyatakan akan segera mengisi lowongan secepat mungkin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china ekonomi china bank sentral china Evergrande

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top