Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dua Miliarder Dunia Ini Kepincut Energi Terbarukan

Dua miliader di dunia beralih ke sektor energi terbarukan, seperti panel surya dan pabrik hidrogen hijau.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 11 Oktober 2021  |  13:33 WIB
Pembangkit listrik tenaga angin di China -  Bloomberg
Pembangkit listrik tenaga angin di China - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Pewaris Reliance Industries Ltd., Mukesh Ambani mengakuisisi produsen panel surya dari Norwegia dan miliarder dari sektor tambang Australia, Andrew Forrest bakal membangun pabrik raksasa untuk memproduksi hidrogen hijau. Keduanya semakin serius menggarap energi alternatif.

Dilansir dari Bloomberg pada Senin (10/10/2021), Ambani, yang merupakan orang terkaya di Asia, telah membeli REC Solar Holdings AS senilai US$771 juta. Pada Minggu (10/10/2021), Reliance juga mengumumkan kesepakatan akuisisi 40 persen Sterling & Wilson Solar Ltd., milik Pallonji Mistry dengan harga US$372 juta pada penutupan hari Jumat di Mumbai.

REC Solar yang dibeli dari China National Bluestar Group Co., akan membantu Reliance New Energy Solar memperluas pasar energi hijau secara global, termasuk AS, Eropa, Australia, dan Asia.

Aksi Ambani ini sejalan dengan tujuan Perdana Menteri Narendra Modi dalam membantu India, penghasil gas rumah kaca terbesar ketiga di dunia, untuk meningkatkan empat kali lipat kapasitas energi terbarukan menjadi 450 gigawatt pada akhir dekade ini.

Ambani telah berkomitmen menyiapkan US$10 miliar untuk investasi di energi alternatif dalam 3 tahun ke depan. Saat ini, pendapatan Reliance sebesar 60 persen masih dari binsis yang berhubungan dengan minyak. Saudi Aramco tengah memulai diskusi untuk membeli 20 persen kilang minyak dan bahan kimia Reliance.

Sementara itu, Fortescue Metals Group Ltd., yang dipimpin oleh Andrew Forrest mengumumkan akan segera membangun pabrik yang memproduksi 2 gigawatt elektrolizer per tahun di Gladstone, Queensland, rumah bagi salah satu terminal ekspor batu bara terbesar di dunia.

Pembangunan akan dimulai pada Februari dan operasional akan dimulai pada awal 2023, kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan pada Minggu.

Dengan kapasitas sebesar itu, pabrik tersebut menjadi salah satu yang terbesar di dunia dan membuat Australia bersaing lebih awal dengan China sebagai produsen peralatan terkemuka.

Perlu diketahui, ketika dipasangkan dengan energi terbarukan, elektrolizer dapat membuat hidrogen yang dapat disimpan dan diangkut dan akhirnya diubah menjadi energi bebas karbon untuk listrik atau transportasi.

"Inisiatif ini adalah langkah penting bagi transisi Fortescue dari pemain sukses bijih besi menjadi pembangkit listrik energi terbarukan hijau," kata Forrest.

Investasi oleh Fortescue Future Industries, awalnya dipatok US$83 juta dan berpotensi meningkat menjadi US$650 juta. Hal ini karena meledaknya permintaan peralatan yang mengalirkan arus listrik melalui air untuk memisahkannya menjadi hidrogen dan oksigen.

Fortescue juga akan melakukan studi dengan pemasok pupuk Incitec Pivot Ltd., untuk menguji kemungkinan mengubah fasilitas produksi amonia di Brisbane dari gas alam menjadi hidrogen hijau, kata perusahaan itu dalam pernyataan terpisah pada Senin.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

orang kaya energi terbarukan energi hijau

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top