Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Dorong Penerapan GRC di Perusahaan Indonesia

Langkah penerapan good governance, risk management, and compliance (GRC) menjadi salah satu aspek yang penting dalam mempromosikan ekosistem bisnis yang bersih saat pandemi.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 09 Oktober 2021  |  18:09 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto / Youtube Sekretariat Presiden RI
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto / Youtube Sekretariat Presiden RI

Bisnis.com, JAKARTA – Penerapan good governance, risk management, and compliance (GRC) dinilai sangat penting bagi perusahaan di Indonesia untuk mengantisipasi dan menghadapi risiko serta tantangan global.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, GRC menjadi salah satu aspek yang penting dalam mempromosikan ekosistem bisnis yang bersih saat pandemi. Apalagi jika berkaca pada kasus yang melanda raksasa properti China yakni Evergrande yang menghadapi kasus gagal bayar utang.

Menurutnya, kasus yang dialami oleh Evergrande berawal dari agresivitas dalam berekspansi dan utang yang tidak dibarengi oleh proses peniliaian risiko yang tepat. Tak terkecuali risiko mengenai kebijakan pemerintah.

“Ini bisa berdampak sistemik dan berdampak global. Berbagai hal seperti itu dapat menjadi pelajaran bagi kita dan mengingatkan bahwa implementasi GRC, tentu dapat merespons tantangan dalam kondisi yang berubah,” ujarnya dalam siaran pers, Sabtu (9/10/2021).

Dia mengatakan, sejaih ini telah ada sejumlah langkah dari pemerintah dalam mendorong penerapan GRC dan mengatasi kelemahan tata kelola di Indonesia. Salah satunya dengan pembentukan Komite Nasional Kebijakan GCG di 1999 oleh Menko Ekuin.

Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga telah menerbitkan peta arah tata kelola perusahaan pada 2014. Peta arah itu ditujukan kepada perusahaan berstatus emiten di lantai bursa dan perusahaan publik.

“Lalu ada inisiatif untuk mendorong tumbuhnya tata kelola yang bagus. Contohnya Indeks Persepsi Tata Kelola, dan penghargaan seperti TOP GRC Awards 2021,” ujar Airlangga.

Adapun terkait perekonomian nasional, dia mengatakan dalam momentum pemulihan ekonomi, Indonesia  berhadapan dengan naiknya varian delta dari virus corona. Di sisi lain, aktivitas manufaktur terus mengalami kenaikan serta sejumlah perbaikan indikator ekonomi lainnya.

“Tetapi kita tak boleh kendor. Harus semangat dan antara lain dengan melakukan penerapan GRC yang bagus,” ujarnya.

Dia pun mengatakan, pemerintah mengapresiasi upaya berbagai pihak untuk megoptimalkan penerapan GRC di Indonesia. Termasuk dalam hal pemberian penghargaan Top GRC Awards 2021.

Adapun Ketua Penyelenggara TOP GRC Awards 2021 M. Lutfi Handayani mengatakan, TOP GRC Awards adalah kegiatan penghargaan di bidang governance (GCG), risk (manajemen risiko), dan compliance (manajemen kepatuhan), yang terbesar dan paling komprehensif di Indonesia.

TOP GRC Awards 2021 diikuti dan disaring dari 880 perusahaan BUMN, perusahaan di pasar modal, dan swasta nasional atau pun multinasional. Proses wawancara penjurian, berlangsung sejak 1 Juni hingga 14 September 2021.

Lutfi yang juga Pemimpin Redaksi Majalah TopBusiness itu, mengatakan bahwa tujuan dari penyelenggaraan TOP GRC Awards ini adalah mendorong peningkatan bisnis perusahaan melalui pengembangan kebijakan dan implementasi tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan kepatuhan terhadap regulasi, secara terintegrasi.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gcg kemenko perekonomian manajemen risiko
Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top