Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jutaan Pekerja Migran Adidas dan Nike Tinggalkan Vietnam

Puluhan ribu pekerja telah meninggalkan pusat komersial Ho Chi Minh dan provinsi di sekitarnya seperti Binh Duong, Dong Nai dan Long An. Kementerian Keamanan Publik Vietnam mengatakan sebanyak 2,1 juta pekerja di industri ingin kembali ke kampung halaman mereka.
Ho Chi Minh City/Istimewa
Ho Chi Minh City/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Jutaan pekerja migran di Vietnam diproyeksi akan meninggalkan pabrik yang merupakan produsen sejumlah merek ternama seperti Abercrombie & Fitch Co., Nike Inc., dan Adidas AG akibat adanya gangguan besar dari rantai pasok dunia.

Puluhan ribu pekerja telah meninggalkan pusat komersial Ho Chi Minh dan provinsi di sekitarnya seperti Binh Duong, Dong Nai dan Long An. Kementerian Keamanan Publik Vietnam mengatakan sebanyak 2,1 juta pekerja di industri ingin kembali ke kampung halaman mereka.

Ancaman tersebut menambah ketegangan selama berbulan-bulan pada rantai pasokan manufaktur global karena pandemi Covid-19 memaksa pabrik dan pelabuhan menghentikan operasinya di seluruh Asia, termasuk produsen utama chip komputer, bahan mentah, dan barang konsumen jadi seperti sepatu kets, mainan, dan mobil.

Apalagi, saat ini Vietnam mendapat perhatian dari China untuk menjadi basis produksi bagi perusahaan global dalam beberapa tahun terakhir.

Situs berita Zing Kepala Asosiasi Bisnis Ho Chi Min Chu Tien Dung mengatakan karyawan yang lebih memilih meninggalkan tempat kerja karena merasa lebih aman tinggal bersama keluarganya di desa dan mereka masih bisa mencari pekerjaan di pabrik sekitar rumahnya.

Pelonggaran pembatasan pada 1 Oktober membuat gelombang pekerja meninggalkan pusat industri selatan, pertama kalinya dalam beberapa bulan mereka diizinkan meninggalkan kota.

Ketua Asosiasi Tekstil dan Pakaian Vietnam Vu Duc Giang mengatakan tenaga kerja industri garmen bakal merosot sampai 37 persen selama 2021.

Sekitar 40 persen karyawan di industri pertunjukan juga telah kembali ke rumah dan belum jelas berapa banyak yang akan kembali, kata Phan Thi Thanh Xuan, Wakil Ketua Asosiasi Alas Kaki dan Tas Kulit Vietnam.

Perlu diketahui, Asia tenggara telah bertahun-tahun menjadi kawasan terbesar kedua yang memasok pakaian dan sepatu untuk AS. Terdapat lebih dari 1.000 merek yang memiliki fasilitas produksi di kawasan tersebut, berdasarkan Asosiasi Pakaian dan Alak Kaki Amerika.

Urban Outfitters Inc., dan Abercrombie & Fitch Co., memperingatkan adanya penurunan penjualan menjelang musim liburan. Sementara itu, Nike Inc., menurunkan perkiraan penjualannya setelah 10 pekan menurunnya produktivitas di Vietnam, seperti kata Chief Financial Officer Matthew Friend pada bulan lalu. Nike juga telah mengalihkan pesanan ke negara lain.

Adapun merek pakaian asal California, Gap Inc. mengatakan menggunakan "transportasi yang dipercepat" untuk mengatasi penundaan, kata Chief Financial Officer Katrina O'Connell dalam panggilan analis pada Agustus.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Nindya Aldila
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper