Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Besaran Safeguard Keramik Akan Turun jadi 13–17 Persen

Pemberlakuan safeguard sebelumnya diatur selama tiga tahun mulai 2018 hingga Oktober 2021 melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.119/2018 tentang pengenaan BMTP terhadap impor produk ubin keramik.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 06 Oktober 2021  |  13:43 WIB
Pabrik keramik Arwana Citra Mulia Tbk.  - Bisnis.com
Pabrik keramik Arwana Citra Mulia Tbk. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA — Bea masuk tindakan pengamanan (BMTP) atau safeguard pada produk keramik akan mengalami penurunan.

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto mengatakan BMTP akan turun pada perpanjangan safeguard, dari sebelumnya 19–23 persen menjadi 13–17 persen.  

"Informasi yang kami peroleh, besaran BMTP akan turun dari sebelumnya. BMTP tahun pertama 17 persen, tahun kedua 15 persen dan tahun ketiga 13 persen," katanya kepada Bisnis, Rabu (6/10/2021).

Edy berharap perpanjangan safeguard segera diteken oleh Kementerian Keuangan karena aturan yang lama akan berakhir pada 11 Oktober 2021.

Pemberlakuan safeguard sebelumnya diatur selama tiga tahun mulai 2018 hingga Oktober 2021 melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.119/2018 tentang pengenaan BMTP terhadap impor produk ubin keramik.

Kemenkeu kemudian merevisi beleid tersebut menjadi PMK No. 111/2020 yang mengeluarkan India dan Vietnam dari daftar negara yang dikecualikan terhadap pengenaan BMTP sesuai aturan sebelumnya.  

"Kekhawatiran Asaki, ada gangguan serius yang akan terjadi jika perpanjangan BMTP keramik tidak dilakukan tepat waktu," ujar Edy.

Dia menerangkan angka impor keramik pada periode Januari-Agustus 2021 meningkat hingga di atas 60 persen. Impor asal China mendominasi dengan peningkatan 105 persen dan India sebesar 20 persen.

Peningkatan impor tersebut disebabkan penurunan BMTP pada tahun ketiga pemberlakuannya sebesar 19 persen. Edy juga mengatakan, tertundanya perpanjangan BMTP, selain merugikan industri juga akan menggerus pendapatan negara dengan hilangnya pos pungutan impor.

Asaki memperkirakan dengan besaran impor bulanan rata-rata Rp500 miliar, negara akan kehilangan Rp90 miliar hingga Rp100 miliar jika safeguard tak diperpanjang.

"Peningkatan angka impor yang demikian tinggi jika tidak diantisipasi melalui perpanjangan BMTP, maka kelangsungan berusaha dari industri keramik nasional yang mempekerjakan 150.000 orang, menjadi semakin tidak pasti," ujarnya. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur Safeguard keramik
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top