Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang Merger Akhir Tahun, Begini Bisnis Pelindo I Masih

Pelindo I mencatatkan realisasi arus peti kemas mampu tumbuh 10,79 persen pada semester I/2021.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 16 September 2021  |  21:24 WIB
Pelabuhan Kuala Tanjung. Sebagai hub internasional, pelabuhan ini didesain untuk mengakomodasi kapal-kapal berukuran besar dengan bobot 50.000 DWT (dead weight tonnage) serta berbagai jenis muatan, dari petikemas, curah cair, hingga kargo umum.  - Pelindo I
Pelabuhan Kuala Tanjung. Sebagai hub internasional, pelabuhan ini didesain untuk mengakomodasi kapal-kapal berukuran besar dengan bobot 50.000 DWT (dead weight tonnage) serta berbagai jenis muatan, dari petikemas, curah cair, hingga kargo umum. - Pelindo I

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pelabuhan Indonesia I (persero) atau Pelindo I meyakini capaian kinerja dan target hingga akhir tahun ini tak banyak mengalami perubahan besar pasca merger Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pelabuhan per 1 Oktober 2021.

VP Public Relations Pelindo I Fiona Sari Utami mengatakan hingga akhir tahun ini tetap mengejar target dan melakukan ekspansi yang telah ditetapkan sebelumnya. Dia optimistis rencana kerja tersebut bisa mencapai realisasinya setelah melihat progres kinerja pada semester I/2021.

“Rencana ekspansi dan target kinerja hingga akhir tahun ini tetap on the track sesuai dengan RJPP 2020 - 2024 eksisting, sembari dilakukan proses review dan alignment Rencana Kerja Manajemen [RKM] dengan RKM Terintegrasi nantinya,” ujarnya, Kamis (16/9/2021).

Pelindo I mencatatkan realisasi arus peti kemas mampu tumbuh 10,79 persen pada semester I/2021 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Faktor pendorong capaian tersebut adalah distribusi logistik di terminal-terminal peti kemas.

Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan merupakan terminal peti kemas terbesar Pelindo 1. Sementara untuk Pelabuhan Kuala Tanjung yang baru beroperasi pada pertengahan 2019, juga mengalami pertumbuhan signifikan pada 2020 hingga semester I/2021.

Sejalan dengan torehan kinerja yang positif, Fiona menjelaskan rencana pengembangan pelabuhan dan kawasan industri Kuala Tanjung harus tetap dilakukan. Saat ini, pengembangan tahap 1 Kuala Tanjung telah selesai melalui pembangunan dan pengoperasian Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) dengan panjang dermaga 500 x 60 meter serta kapasitas peti kemas 600.000 TEUs dan tangki timbun CPO 100.000 Metric Ton.

Tak hanya itu, perseroan juga telah menyelesaikan pembangunan TPK Belawan Fase 2 yang memiliki panjang dermaga 350 meter dan dilengkapi dengan peralatan bongkar muat modern seperti 4 unit ship to shore (STS) crane, 12 unit automatic rubber tyred gantry (ARTG), dan 20 terminal tractor dengan container yard seluas 350 x 306 meter untuk mendukung aktivitas bongkar muat peti kemas.

TPK Belawan Fase 2 telah siap beroperasi pada awal triwulan I/2021 dan tentunya akan memberikan manfaat berupa peningkatan kapasitas, produktivitas bongkar muat, dan pemanfaatan teknologi.

“Strategi lain Pelindo 1 untuk meningkatkan kinerja Pelindo tahun 2021, dengan mempercepat inovasi dan digitalisasi. Sejauh ini, Pelindo 1 telah memaksimalkan dukungan teknologi informasi untuk semakin meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan di pelabuhan melalui hadirnya layanan E-Berthing, E-Ticketing, dan E-Pass,” jelasnya.

Di luar digitalisasi, Pelindo I juga meningkatkan kolaborasi dan kerja sama dengan berbagai investor agar layanannya semakin baik.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan merger pt pelindo i
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top