Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemanfaatan Energi Bersih, Sejumlah Perusahaan Multinasional Patok Target EBT

Sejumlah perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia menetapkan target pengembangan energi baru terbarukan (EBT) untuk mendukung capaian bauran energi yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 10 September 2021  |  17:45 WIB
Ilustrasi penampakan udara Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sebira 400 kWp. - Dok. PLN Enjiniring
Ilustrasi penampakan udara Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sebira 400 kWp. - Dok. PLN Enjiniring

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia menetapkan target pengembangan energi baru terbarukan (EBT) untuk mendukung capaian bauran energi yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Perusahaan yang termasuk dalam Clean Energy Investment Accelerator (CEIA), seperti Amazon, Danone, dan Multi Bintang Indonesia telah menetapkan peta jalan dalam pengembangan EBT di Indonesia.

Corporate Affairs Director Multi Bintang Indonesia Ika Noviera mengatakan bahwa pihaknya menargetkan untuk dapat mencapai bauran EBT sebesar 65 persen pada 2022.

Upaya tersebut akan dicapai melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga biomassa di fasilitas produksi yang berlokasi di Tangerang.

Di samping itu, Multi Bintang Indonesia bakal mengaplikasikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di seluruh fasilitas produksinya.

“Harapannya, semua fasilitas yang kami miliki bisa mencapai pemanfaatan EBT hingga 65 persen pada 2022 dan 100 persen di 2025,” katanya dalam webinar yang digelar, Jumat (10/9/2021).

Head of Energy and Environment Policy Asia-Pacific Amazon Web Services Ken Haig mengatakan bahwa dalam skala global, pihaknya telah membangun sebanyak 234 proyek EBT.

Ken menambahkan, Amazon telah berinvestasi dalam 87 proyek tenaga surya dan angin dalam skala besar, 147 sistem tenaga surya on-site dengan total kapasitas terpasang dari pembangkit EBT 10.000 MW.

“Terkait dengan EBT, saat saya bergabung dengan Amazon adalah 65 persen pada 2030 dan dipercepat menjadi 2025, kami merasa ini hal yang mendesak,” jelasnya.

Sementara itu, Raditya Pramudiantoro yang mewakili Danone Indonesia mengatakan bahwa sampai dengan saat ini pihaknya telah mengaplikasikan PLTS atap di sejumlah fasilitas produksi.

Adapun, PLTS atap dengan kapasitas 770 kWp telah terpasang di fasilitas Ciberang, dan PLTS atap dengan kapasitas 378 kWp juga telah terpasang di fasilitas yang ada di Banyuwangi.

PLTS atap terbesar yang dibangun Danone Indonesia ada di Klaten dengan kapasitas 2.919 kWP, sedangkan yang terbesar kedua berada di fasilitas Mekarsari dengan kapasitas 2.112 kWp.

Tidak hanya itu, dia juga menjelaskan bahwa pihaknya telah mengerjakan proyek boiler biomassa di Prambanan dengan kapasitas 6 ton uap per jam.

“Total di Indonesia kapasitas panel 6,2 MW. Kami inginnya 100 persen dari EBT,” jelasnya


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

energi baru terbarukan bauran energi
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top