Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Covid-19 Turun, Produsen Normalisasi Pasokan Oksigen untuk Industri

Sebelum lonjakan kasus, total produksi oksigen Indonesia mencapai 639.900 ton per tahun. Dari jumlah tersebut, kebutuhan oksigen medis berkisar 40 persen dan untuk kebutuhan industri 60 persen.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 08 September 2021  |  17:43 WIB
Pekerja di CV Asiana Gasindo tengah mengisi ulang tabung gas yang hendak disuplai ke sejumlah rumah sakit di Provinsi Sumatra Barat, Minggu (11/7/2021). - Bisnis/Noli Hendra\r\n
Pekerja di CV Asiana Gasindo tengah mengisi ulang tabung gas yang hendak disuplai ke sejumlah rumah sakit di Provinsi Sumatra Barat, Minggu (11/7/2021). - Bisnis/Noli Hendra\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Industri produsen oksigen tidak lagi mengalokasikan sebagian besar oksigen untuk medis seiring dengan turunnya kasus konfirmasi Covid-19 di Tanah Air.

Ketua Umum Asosiasi Gas Industri Indonesia (AGII) Rachmat Harsono menjelaskan alokasi oksigen produksi telah kembali normal. Adapun saat lonjakan kasus Covid-19 akibat varian delta, pemerintah meminta industri mengalokasikan 90 persen produksi untuk kebutuhan medis.

“Alokasi sudah kembali normal ke industri,” kata Rachmat melalui pesan tertulis, Rabu (8/9/2021).

Sebelum lonjakan kasus, total produksi oksigen Indonesia mencapai 639.900 ton per tahun. Dari jumlah tersebut, kebutuhan oksigen medis pada situasi normal berkisar 40 persen dan untuk kebutuhan industri 60 persen.

Mengutip laporan Covid-19 Oxygen Needs Tracker yang dirilis Path.org, kebutuhan oksigen Indonesia 364.822 meter kubik (m3). Jumlah ini jauh turun dibandingkan dengan kebutuhan rata-rata saat puncak kasus pada Juli yang mencapai 2 juta m3.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono sebelumnya menjelaskan bahwa Indonesia telah melalui masa puncak kasus konfirmasi Covid-19, tingkat perawatan di rumah sakit, dan kasus kematian. Tetapi, dia menekankan bahwa penurunan kasus ini bukanlah alasan bagi Indonesia untuk terlena, melainkan momentum memperkuat ketahananan medis.

“Yang harus kita hati-hati adalah peningkatan kasus akibat kenaikan mobilitas yang mungkin akan terjadi menjelang libur Maulid Nabi yang diperingati pada bulan depan,” kata Dante dalam konferensi pers, Senin (6/9/2021).

Dante mengatakan kesiapan pasokan oksigen menjadi salah satu ketahanan medis yang harus disiapkan Indonesia.  Dia mencatat kekurangan oksigen sempat terjadi karena lonjakan kebutuhan oksigen dari rata-rata 400 ton per hari menjadi 2.725 ton per hari saat puncak kasus. Pada saat yang sama, kemampuan produksi harian hanya 1.700 ton per hari.

Untuk menanggulangi hal ini, Kemenkes telah menyiapkan oksigen konsentrator di beberapa rumah sakit dengan jumlah mencapai 11.000 konsentrator di seluruh Indonesia. Selain itu, Kemenkes menargetkan pemasangan generator oksigen di seluruh Indonesia untuk mengantisipasi lonjakan kasus.

“Saat ini sudah terpasang 133 generator oksigen, kami targetkan 50 tambahan akan terpasang sampai akhir 2021 sehingga semua provinsi akan mempunyai oksigen generator,” kata dia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

oksigen Covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top