Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PLN Targetkan Produksi Listrik dari Co-Firing PLTU Capai 10.601 GWh di 2025

PT PLN (Persero) optimistis produksi energi listrik melalui co-firing di 52 pembangkit listrik tenaga uap atau PLTU dapat mencapai 10.601 gigawatt hour (GWh) pada 2025.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 07 September 2021  |  19:26 WIB
PLN Targetkan Produksi Listrik dari Co-Firing PLTU Capai 10.601 GWh di 2025
Suasana Kompleks PLTU Paiton di Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (22/3/2019). - ANTARA/Widodo S Jusuf

Bisnis.com, JAKARTA – PT PLN (Persero) optimistis produksi energi listrik melalui co-firing di 52 pembangkit listrik tenaga uap atau PLTU dapat mencapai 10.601 gigawatt hour (GWh) pada 2025.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN Agung Murdifi mengatakan bahwa penambahan biomassa sebagai bahan bakar pengganti batu bara melalui co-firing di PLTU bisa menghasilkan listrik sebanyak 10.601 GWh pada 2025.

“PLN optimistis produksi penambahan biomassa sebagai bahan bakar pengganti batu bara di 52 PLTU dapat mencapai 10.601 GWh pada 2025,” tulisnya dalam keterangan resmi, Selasa (7/9/2021).

Hingga Juli 2021, produksi energi listrik dari 18 PLTU yang melakukan co-firing mencapai 85.015 megawatt hours (MWh) atau setara 291,1 MW.

Dia menyebut, langkah tersebut sebagai bentuk keseriusan PLN mendukung percepatan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) menuju target 23 persen pada 2025.

Lebih lanjut, implementasi co-firing pada PLTU tidak hanya untuk mengurangi emisi karbon, tetapi juga turut mendorong efisiensi dari operasional pembangkit.

Dia menerangkan, implementasi co-firing di beberapa pembangkit sudah bisa mereduksi emisi karbon di pembangkit batu bara.

Misalnya, pelaksanaan co-firing di PLTU Sanggau mampu mereduksi emisi karbon sebesar 9,5 persen dari yang sebelumnya 10,2 persen. Kemudian juga di PLTU Belitung bisa mereduksi emisi karbon dari sebelumnya 19,1 persen menjadi 17,9 persen.

Selain itu, PLN juga mengembangkan co-firing di PLTU Paiton berkapasitas 2×400 MW menggunakan olahan serbuk kayu, PLTU Ketapang berkapasitas 2×10 MW, dan PLTU Tembilahan berkapasitas 2×7 MW dengan memanfaatkan olahan cangkang sawit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN pltu
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top