Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenperin Revisi Pertumbuhan Industri Bahan Bangunan

Pada paruh pertama tahun ini, Kementerian Perindustrian mencatat industri semen, keramik, dan bahan galian nonlogam mampu tumbuh 8,05 persen, setelah sebelumnya menorehkan kinerja negatif pada dua bulan pertama 2021. Kenaikan yang cukup besar itu karena kontraksi yang juga cukup dalam pada semester kedua tahun lalu.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 06 September 2021  |  13:43 WIB
Pekerja memindahkan semen untuk diangkut ke kapal di Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (25/2/2020).  - Bisnis.com
Pekerja memindahkan semen untuk diangkut ke kapal di Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (25/2/2020). - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA — Industri bahan bangunan seperti semen, keramik, dan produk pengolahan bahan ditarget tumbuh 2,79 persen pada tahun ini, naik dari proyeksi sebelumnya 2,32 persen.

Direktur Industri Semen, Keramik, dan Pengolahan Bahan Galian Non Logam Kementerian Perindustrian Adie Rochmanto Pandiangan mengatakan kenaikan tipis pada target pertumbuhan memperhatikan situasi ekonomi dalam negeri yang belum sepenuhnya pulih.

"Revisi pertumbuhan sedikit saja diperkirakan di angka 2,79 persen, memperhatikan dinamisasi keadaan Covid-19 dan recovery ekonomi yang tidak mungkin dapat segera tumbuh besar," katanya kepada Bisnis, Senin (6/9/2021).

Pada paruh pertama tahun ini, Kementerian Perindustrian mencatat industri semen, keramik, dan bahan galian nonlogam mampu tumbuh 8,05 persen, setelah sebelumnya menorehkan kinerja negatif pada dua bulan pertama 2021. Kenaikan yang cukup besar itu karena kontraksi yang juga cukup dalam pada semester kedua tahun lalu.

"Dan dikerek dengan pertumbuhan positif sektor properti dan konstruksi," lanjutnya.

Vaksinasi yang terus meluas diharapkan mampu mengatasi kondisi pandemi di dalam negeri yang berimbas pada perbaikan ekonomi, sehingga pertumbuhan industri ini dapat dipacu di angka 4,01 persen pada tahun depan.

Sementara itu, Pemerintah tidak memasang target agresif untuk pertumbuhan industri pengolahan pada 2022, yakni sebesar 4,5—5 persen atau hanya naik tipis dari target tahun ini sebesar 4—4,5 persen.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memaparkan seiring dengan target pertumbuhan manufaktur tersebut, ekspor diharapkan mampu mencapai US$141—US$147 miliar pada tahun depan. Angka itu naik dari target tahun ini senilai US$136—US$141 miliar.

Adapun, untuk investasi manufaktur, tahun depan ditargetkan mencapai Rp368 triliun atau naik dari proyeksi tahun ini senilai Rp301 triliun.

“Dari sisi substitusi impor, kami proyeksi akan tercapai sesuai program yang sejak 2019 kami gencarkan, yakni 35 perse dari tahun ini 22 persen,” katanya dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI, Rabu (25/8/2021).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur kementerian perindustrian bahan bangunan
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top