Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Uji Coba Sektor Esensial, Pabrik Ban Tancap Gas Lagi

Industri ban merupakan salah satu sektor unggulan dalam menopang ekonomi nasional. Dalam aktivitas hilirisasinya, industri ban mampu menyerap lebih dari 250.000 ton karet alam per tahun atau 42 persen konsumsi karet alam nasional.
Ipak Ayu
Ipak Ayu - Bisnis.com 22 Agustus 2021  |  12:14 WIB
Aktivitas pekerja di pabrik ban PT Gajah Tunggal Tbk. - gt/tires.com
Aktivitas pekerja di pabrik ban PT Gajah Tunggal Tbk. - gt/tires.com

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah melakukan uji coba pelonggaran sektor esensial. Dari uji coba tersebut, salah satu industri yang bersiap menggencarkan kembali produksinya adalah pabrikan ban.

Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Muhammad Khayam mengatakan industri ban merupakan salah satu sektor unggulan dalam menopang ekonomi nasional. Dalam aktivitas hilirisasinya, industri ban mampu menyerap lebih dari 250.000 ton karet alam per tahun atau 42 persen konsumsi karet alam nasional.

“Keunggulan lainnya, beberapa merek nasional sudah mampu bersaing di pasar internasional dan mencapai kelas produsen ban tingkat dunia atau global tire manufacturer. Saat ini, sudah ada 17 produsen yang tercatat dengan total kapasitas terpasang mencapai 200 juta ban per tahun untuk masing-masing ban luar dan ban dalam,” katanya melalui siaran pers, Minggu (22/8/2021).

Khayam menyebut produksi ban nasional tersebut meliputi ban mobil penumpang, ban truk ringan, ban truk dan bus, ban sepeda, ban sepeda motor, serta ban kendaraan pertanian dan agricultural.

Kemenperin mencatat sejumlah produsen ban yang siap kembali menggenjot produksi saat ini di antaranya PT Gajah Tunggal (GT Tires), Multistrada (Achilles), Elang Perdana (Forceum), dan Industri Karet Deli (Swallow).

Khayam juga melaporkan pihaknya telah melakukan sidak langsung uji coba produksi penuh di pabrik Gajah Tunggal.

Menurut Khayam berdasarkan izin operasional dan mobilitas kegiatan industri atau IOMKI, Gajah Tunggal memiliki lebih dari 130 negara tujuan ekspor, yang antara lain meliputi benua Amerika, Eropa, Asia, dan Timur Tengah.

"Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1951 ini telah menyerap tenaga kerja hingga 16.084 orang, dan karyawannya yang telah mengikuti program vaksinasi sebanyak 12.620 orang," ujarnya.

Kapasitas produksi PT Gajah Tunggal saat ini mencapai 157 juta ban, jenis produksinya antara lain adalah ban mobil penumpang ukuran rim 12 inchi – 20 inchi, ban truk ringan, ban truk dan bus, serta ban sepeda motor. Total volume ekspor mereka sejak 1983 telah menembus 165 juta ban.

Chief Executive Officer (CEO) PT Gajah Tunggal Buddy Tanasaleh menambahkan produksi ban truk dan bus radial GT dimulai pada 2016. Perusahaan berkomitmen untuk tetap mengembangkan industri ban truk dan bus radial, dengan produksi mencapai 570.000 ban atau sekitar 31.000 ton pada 2020.

“Seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan ban, kami merupakan pionir sebagai produsen ban super single atau yang biasa dikenal dengan istilah single wide tire, dengan produksi mencapai 70.000 ban per tahun,” ujarnya.

Buddy mengatakan super single merupakan jenis ban yang mempunyai ukuran telapak super lebar, sama lebarnya dengan dua ban yang umumnya digunakan pada ban belakang trailer. Ban super single produksi kami berorientasi ekspor, dengan negara tujuan ekspor terutama untuk negara-negara Eropa.

"Saat ini kami juga tetap berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan ban dalam negeri di tengah persaingan ban impor di Indonesia," kata Buddy.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur pabrik ban kemenperin ban mobil
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top