Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sejarah Pabrik Ban Hung-A yang Berhenti Beroperasi di Indonesia Awal Februari 2024

Perusahaan pabrik ban asal Korea Selatan Hung-A bakal berhenti beroperasi di Indonesia.
Pabrik ban Hung-A Cikarang ditutup
Pabrik ban Hung-A Cikarang ditutup

Bisnis.com, JAKARTA -- Pabrik ban asal Korea Selatan, milik PT Hung-A Indonesia dikabarkan akan berhenti beroperasi pada Februari 2024 mendatang. 

Penutupan pabrik ban tersebut menyebabkan 1.500 karyawan terimbas pemutusan hubungan kerja (PHK). Video pelepasan para karyawan juga sempat viral di media sosial Tik Tok. 

Terkait dengan PHK masal tersebut Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI) menduga tutupnya pabrik ban milik PT Hung-A Indonesia di Cikarang, Jawa Barat disebabkan oleh persoalan importasi yang sulit hingga menipisnya bahan baku. 

Historia Pabrik Ban Hung-A di Indonesia

Mengutip laman resmi PT Hung-A Indonesia, Grup Hung-A, telah berkembang ke seluruh dunia dan menjadi salah satu pemimpin manajemen global abad ke-21.  

HUNG-A Inc., didirikan pada 1951 di Busan, Korea Selatan, dan menjadi perusahaan produsen ban kualitas atas. Perusahaan ini yang kemudian menjadi basis Hung-A Group.

Anak perusahaannya, Hung-A Forming menghasilkan berbagai produk berkualitas tinggi seperti suku cadang eksterior mobil, suku cadang cetakan, Modul Pintu Belakang Plastik, Engsel Tutup Bagasi, dan lainnya. 

Pada 1970-an, Hung A Group mulai menjalin kerja sama teknologi dengan perusahaan Kyowa Co. Ltd. Hung-A juga mulai masuk ke pasar Eropa.  

Kemudian, Hung-A Indonesia didirikan pada 1991, memproduksi berbagai jenis ban dan produk ban. PT Hung-A Indonesia mengekspor lebih dari 70 persen seluruh produksinya ke Eropa. 

Beberapa penerima ekspor ban Hung-A di antaranya ke Dunlop, yang merupakan perusahaan pencetus ban, sekaligus membangun kehadirannya di Indonesia.  

Di pasar domestik, PT Hung-A Indonesia bermitra dengan beberapa perusahaan Indonesia khususnya untuk ban untuk sepeda gunung atau MTB. PT Hung-A Indonesia juga memperluas pasar ke seluruh Eropa.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper