Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ketua KPCPEN Airlangga Hartarto Dinilai Sukses Bawa RI Keluar dari Resesi

Perbaikan ekonomi nasional lebih disebabkan oleh faktor kesehatan yang diutamakan. Imbasnya, roda bisnis berjalan sehingga investor tak segan menanamkan investasinya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penjelasan mengenai strategi pemulihan ekonomi nasional dan peningkatan pertumbuhan ekonomi di Jakarta, Rabu (5/8/2020). Bisnis/Dedi Gunawan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penjelasan mengenai strategi pemulihan ekonomi nasional dan peningkatan pertumbuhan ekonomi di Jakarta, Rabu (5/8/2020). Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Penanganan pandemi dengan terus memperhatikan sektor kesehatan dan ekonomi berhasil mencatatkan hasil positif. Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto dianggap berhasil membawa Indonesia keluar dari resesi.

Kepala Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri mengatakan bahwa dari sisi penanganan pandemi, kebijakan pengetatan berhasil meredam penyebaran virus.

Sedangkan sisi ekonomi, beragam kebijakan dan strategi yang dibuat Airlangga juga berhasil membawa ekonomi Indonesia tumbuh 7,07 persen pada kuartal II/2021 dan tertinggi dalam 17 tahun terakhir atau sejak 2004.

“Program pemerintah membantu di beberapa sektor. Kondisi kesehatan yang under control juga memengaruhi,” katanya, Jumat (6/8/2021).

Yose menjelaskan bahwa perbaikan ekonomi nasional lebih disebabkan oleh faktor kesehatan yang diutamakan. Imbasnya, roda bisnis berjalan sehingga investor tak segan menanamkan investasinya.

Demi menjaga daya beli masyarakat tetap tinggi, misalnya, pemerintah melalui KPC-PEN menerapkan beragam skema bantuan sosial dan insentif. Program tersebut memberikan dampak positif yang mampu mendorong konsumsi.

“Program pemerintah tentunya berguna untuk menjaga kehidupan masyarakat tidak jatuh terlalu dalam. Agar masyarakat bisa hidup secara subsisten sambil menunggu perbaikan,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencatat pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2021 sebesar 7,07 persen tidak lagi ditopang oleh APBN.

Sri Mulyani berharap tren tersebut bisa terus terjadi di kuartal selanjutnya. Faktor selain non-APBN bisa semakin stabil dan besar dalam berkontribusi terhadap ekonomi.

“Sehingga akan terus menopang berlanjutnya proses pemilihan ekonomi nasional yang didorong oleh keempat mesin pertumbuhan ekonomi secara bersama yaitu konsumsi, investasi, ekspor-impor, dan belanja pemerintah,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper