Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sri Mulyani Paparkan Penyebab Ekonomi RI Bisa Tumbuh Kencang Kuartal II/2021

Sri Mulyani menjelaskan bahwa stimulus pada kuartal II tersebut yaitu program bantuan sosial, diskon listrik, gratis ongkos kirim belanja online jelang lebaran, dan terkendalinya inflasi yang mendorong konsumsi.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 06 Agustus 2021  |  10:40 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (dalam layar) disaksikan Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Maria Y. Benyamin memberikan pemaparan dalam webinar  Mid Year Economic Outlook 2021: Prospek Ekonomi Indonesia Pasca Stimulus, Relaksasi dan Vaksinasi di Jakarta, Rabu (7/7/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (dalam layar) disaksikan Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Maria Y. Benyamin memberikan pemaparan dalam webinar Mid Year Economic Outlook 2021: Prospek Ekonomi Indonesia Pasca Stimulus, Relaksasi dan Vaksinasi di Jakarta, Rabu (7/7/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa ada faktor selain ekonomi minus terdalam tahun lalu yang membuat pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) cukup tinggi pada kuartal II/2021.

“Momentum Ramadan dan hari raya lebaran serta berbagai kebijakan pemerintah untuk mendukung daya beli masyarakat,” katanya pada konferensi pers virtual, Jumat (6/8/2021).

Sri menjelaskan bahwa stimulus pada kuartal II tersebut yaitu program bantuan sosial, diskon listrik, gratis ongkos kirim belanja online jelang lebaran, dan terkendalinya inflasi yang mendorong konsumsi.

Ekonomi kuartal II/2021 yang tinggi yakni naik 7,07% secara kuartalan, tambah Sri, melanjutkan perbaikan yang sudah terjadi pada kuartal sebelumnya.

Berdasarkan catatannya, PDB ditopang realisasi belanja negara yang tumbuh tinggi mencapai 9,38 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Untuk periode saat ini, belanja negara bukan jadi satu-satunya faktor pengungkit ekonomi. Salah satu faktornya yakni investasi yang naik 7,54 persen, ekspor dan impor yang juga mengalami lonjakan sangat tajam, masing-masing yaitu 31,78 persen dan 31,22 persen.

“Jadi ini adalah momentum rebound dan recovery yang sangat cepat. Ini sejalan dengan kinerja ekonomi global dan mengakibatkan meningkatnya harga-harga komoditas,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi sri mulyani pemulihan ekonomi
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top