Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menperin Sebut Industri Ini Punya Potensi untuk Dipacu

Hal itu berdasarkan perhitungan Menperin Agus terhadap ketersediaan sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM), yang juga ditopang melalui pemanfaatan teknologi terbaru.
Ipak Ayu
Ipak Ayu - Bisnis.com 27 Juli 2021  |  22:13 WIB
Pekerja memindahkan semen untuk diangkut ke kapal di Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (25/2).  - Bisnis.com
Pekerja memindahkan semen untuk diangkut ke kapal di Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (25/2). - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut Indonesia mempunyai potensi besar dalam memacu kinerja industri komponen bangunan untuk infrastruktur dan properti.

Hal itu dengan melihat ketersediaan sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM), yang juga ditopang melalui pemanfaatan teknologi terbaru.

"Saat ini, kami bahkan mendorong industri-industri material tersebut untuk dapat memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri hingga untuk permintaan ekspor,” katanya pada diskusi virtual Urban Forum 2021, Selasa (27/7/2021).

Agus pun menjabarkan kondisi sejumlah industri komponen bangunan. Salah satunya industri semen dengan jumlah produksinya sebanyak 64,83 juta ton pada 2020 dengan utilisasi mencapai 56 persen.

Berikutnya, industri beton pracetak dan prategang memiliki kapasitas produksi sebesar 44,8 juta ton per tahun dengan jumlah produksi sebanyak 11,2 juta ton per tahun.

Selain itu, ada industri mortar yang memiliki kapasitas sebesar 3,7 juta ton per tahun dan industri beton ringan yang memiliki kapasitas sebesar 7 juta meter kubik per tahun.

"Kita juga memiliki keunggulan di industri ubin dan keramik. Kita harus bangga bahwa keramik produksi dalam negeri memiliki keunggulan dari segi kualitas, tipe, desain atau motif, serta adanya dukungan ketersediaan bahan baku," ujar Agus.

Agus menyebut kapasitas produksi industri ubin keramik saat ini sebesar 8,63 juta ton, dengan jumlah produksi sebanyak 6,4 juta ton pada periode Januari-Mei 2021. Utilisasinya mencapai 75 persen sehingga dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Di samping itu, sektor yang mampu mendukung pembangunan infrastruktur dan properti, yakni industri kaca lembaran dengan kapasitas produksi saat ini sebesar 1,3 juta ton dan jumlah produksi sebanyak 585,37 ribu ton pada Januari-Jul 2021.

“Bahkan, kita mampu memproduksi aspal, dalam hal ini aspal buton. Kita memiliki kapasitas produksi sebesar 2,03 juta ton per tahun, yang berasal dari 16 pabrik produsen aspal Buton Indonesia,” ungkapnya.

Agus menambahkan papan gypsum juga menjadi sala satu material yang penting untuk pembangunan infrastruktur dan properti. Industri papan gypsum tahun lalu, kebutuhan dalam negerinya sebesar 98 juta meter persegi per tahun.

Kapasitas industri papan gypsum terpasang sebesar 238 juta meter persegi per tahun dan realisasi produksinya sebanyak 120 juta meter persegi per tahun sehingga utilisasinya sekitar 50 persen.

Selanjutnya, Indonesia juga mempunyai kemampuan di sektor industri baja. Kapasitas pada produk indutri baja rata-rata lebih tinggi dari kebutuhan domestik. Namun demikian, tantangan ke depan adalah peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur kementerian perindustrian bahan bangunan
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top