Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

General Motors Tuntut Ford Soal Merk Mobil Otonom

GM menyatakan telah mengambil tindakan untuk melindungi merek Cruise dan Super-Cruise setelah Ford pada April mengganti nama sistem penggerak otomatis Co-Pilot360 menjadi Blue Cruise.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 25 Juli 2021  |  10:24 WIB
Cruise General Motors  - foto getcruise.com
Cruise General Motors - foto getcruise.com

Bisnis.com, JAKARTA - General Motors Co. (GM) menggugat pesaingnya Ford Motor Co. karena melanggar hak cipta teknologi bantuan pengemudi bermerek dagang yang digunakan untuk fitur hands-free.

Dalam dokumen pengadilan, GM menyatakan telah mengambil tindakan untuk melindungi merek Cruise dan Super-Cruise setelah Ford pada April mengganti nama sistem penggerak otomatis Co-Pilot360 menjadi Blue Cruise. Pembicaraan untuk menyelesaikan masalah tidak berhasil.

"Klaim oleh GM adalah tidak pantas dan sembrono. Pengemudi selama beberapa dekade telah memahami apa itu cruise control, setiap pembuat mobil menawarkannya, dan 'cruise' adalah singkatan umum untuk kemampuan itu," kata juru bicara Ford Mike Levine dalam sebuah pernyataan, dilansir Bloomberg, Minggu (/25/7/2021).

Dalam dokumen yang diajukan ke Pengadilan Distrik Utara California, AS, unit GM yang berbasis di Detroit mengatakan Ford tahu persis apa yang dilakukannya.

"Jika Ford ingin mengadopsi merek baru yang unik, dengan mudah bisa melakukannya tanpa menggunakan kata ‘Cruise’," kata GM dalam pengajuan.

GM pertama kali memperkenalkan Super Cruise, yang memungkinkan pengemudi melepaskan tangan mereka dari kemudi untuk waktu yang singkat, pada Cadillac CT6 pada 2017. Sejak itu, perusahaan telah memperluas teknologi untuk memungkinkan mobil berpindah jalur sendiri, dan berencana untuk menawarkan fitur pada lebih banyak model.

Fitur ini juga berbagi nama dengan Cruise LLC, startup mobil self-driving yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh GM.

"Sementara GM berharap untuk menyelesaikan masalah pelanggaran merek dagang dengan Ford secara damai, kami tidak punya pilihan selain membela merek kami dengan penuh semangat," kata GM dalam sebuah pernyataan melalui email.

Fitur semiotonom seperti mengemudi hands-free dan teknologi penghindaran tabrakan telah menjadi medan pertempuran yang diperebutkan saat para pembuat mobil berusaha untuk menaikkan harga.

Fitur self-driving telah mendorong perusahaan otomotif dan teknologi menghabiskan miliaran dengan harapan mendapatkan keuntungan dari robotaxis dan layanan pengiriman.

Tahun lalu Ford meluncurkan rencana untuk menawarkan teknologi mengemudi hands-free Blue Cruise pada model pickup terlaris di AS, F-150. Perusahaan ini juga menawarkan Blue Cruise sebagai pembaruan perangkat lunak over-the-air pada mobil listrik Mustang Mach-E.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ford general motors Mobil Otonom
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top